Kabar Artis
Aurelie Moeremans Sedih Buku Broken Strings Bajakan Dijual Bebas secara Online: Ternyata Banyak
Aurelie Moeremans mengungkapkan kekecewaannya saat mengetahui bahwa karya yang ditulisnya ramai dibajak.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-unggahan-akun-Instagram-oharabooks.jpg)
Aurelie Moeremans yang saat ini sedang hamil tua itu memilih 'jalan yang tidak biasa' ketika menuliskan kisah hidupnya di buku 'Broken Strings' dan dirilisnya melalui ebook pada 2025.
Aurelie Moeremans menjadikan buku 'Broken Strings' bukan sekadar karya literasi, melainkan menjadi ruang kejujuran yang lahir dari proses panjang dan penuh kehati-hatian.
Secara emosional, kisah dalam buku 'Broken Strings' telah disimpannya bertahun-tahun sebelum dituangkan dalam susunan kalimat-kalimat indah.
"Penulisannya cukup panjang, cerita aku simpan di kepala dan hati selama bertahun-tahun, dan menulisnya dilakukan intens dalam beberapa bulan," kata Aurelie Moeremans pada Tribunnews.com, Rabu (14/1/2026).
Aurelie Moeremans memang ingin menuliskan kisah hidupnya itu secara hati-hati.
"Menulis pelan-pelan, satu per satu, aku ingin setiap bagian dituliskan jujur dan hati-hati," ucap Aurelie Moeremans.
Kejujuran Aurelie Moeremans menjadi fondasi utama dalam penulisan buku 'Broken Strings'.
Sejak awal, tulisan itu sama sekali tidak dimaksudkan Aurelie Moeremans untuk jadi bahan bacaan publik.
Aurelie Moeremans menjadikan tulisan itu sebagai medium untuk meluapkan emosi dan traumanya.
Bagi Aurelie, menulis adalah caranya berbicara dengan dirinya sendiri.
"Dulu, waktu masih kecil dan aku mencoba bersuara, responsnya justru menyakitkan, ada trauma untuk bercerita," kata Aurelie Moeremans.
Namun, Aurelie Moeremans mulai melihat pengalaman yang dianggapnya personal justru dialami banyak orang.
Kesadaran itu menjadi titik awal penulisan kisahnya dalam buku 'Broken Strings'.
"Seiring waktu, aku sadar banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa dan merasa sendirian, dan dari situ aku merasa, ceritaku bisa jadi teman buat mereka," katanya.
Berdamai dengan Masa Lalu
Bagi Aurelie Moeremans, menulis Broken Strings juga menjadi proses penting untuk berdamai dengan masa lalu dan tidak ditulis dengan semangat melawan atau membalas.