Sabtu, 18 April 2026

Kabar Artis

Kenapa Whip Pink Dikaitkan dengan Kematian Selebgram Lula Lahfah? Viral Berbahaya dan Dijual Bebas

Kematian selebgram Lula Lahfah masih menjadi perbincangan publik bahkan dikaitkan dengan berbagai spekulasi publik. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Kenapa Whip Pink Dikaitkan dengan Kematian Selebgram Lula Lahfah? Viral Berbahaya dan Dijual Bebas
Istimewa/Istimewa/Instagram @lulalahfah
KEMATIAN LULA LAHFAH - Kolase foto Whip Pink dan selebgram Lula Lahfah. Kematian sang selebgram, dikaitkan dengan penggunaan Whip Pink. Isu ini viral di media sosial, sejak Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026). 

Namun, banyak isu miring atas meninggalnya Lula Lahfah.

Mulai dari dugaan narkoba sampai efek dari Whip Pink.

Whip Pink merupakan produk tabung gas kecil berisi nitrous oxide (N2O) berwarna pink.

Fungsi utamanya untuk membuat whipped cream atau krim kocok.

Di media sosial X juga bertebaran spekulasi tersebut.

Namun begitu Reza Arap Oktovian enggan mengurus.

"That is not a person she wanted me to be (Itu bukanlah sosok yang dia inginkan dariku)," jawab Arap di X.

Bahaya Whip Pink

Penggunaan whip pink kembali menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan kematian seorang selebgram. Menanggapi hal tersebut, Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Apt. Zullies Ikawati, menegaskan bahwa whip pink pada dasarnya aman digunakan untuk keperluan dapur, namun sangat berbahaya jika disalahgunakan dengan cara dihirup karena dapat menimbulkan dampak serius hingga mengancam nyawa.

Whip pink yang dimaksud merujuk pada tabung gas kecil berwarna merah muda yang berisi nitrogen oksida (N₂O). Gas ini sejatinya merupakan bahan legal dan memiliki manfaat jelas apabila digunakan sesuai peruntukannya, baik di bidang kuliner maupun medis.

“Di bidang kuliner, N₂O digunakan dalam alat pembuat whipped cream untuk menciptakan tekanan sehingga krim dapat mengembang dan bertekstur lembut,” ujar Prof. Zullies kepada wartawan.

Selain untuk kebutuhan dapur, nitrogen oksida juga digunakan di dunia medis sebagai obat bius tambahan atau pereda nyeri ringan. Gas ini lazim dipakai dalam tindakan kedokteran gigi maupun proses persalinan, dengan catatan penggunaannya dilakukan dalam dosis terkontrol, dicampur dengan oksigen, serta berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Namun, Prof Zullies menyoroti adanya penyalahgunaan N₂O yang kini digunakan secara rekreasional, yakni dengan menghirup gas secara langsung tanpa pengawasan medis.

“Saat masuk ke tubuh, N₂O bekerja pada otak dan sistem saraf pusat,” jelasnya.

Gas ini memengaruhi pelepasan zat kimia di otak, seperti dopamin, yang berperan dalam menimbulkan rasa senang dan nyaman. Akibatnya, pengguna dapat merasakan euforia singkat, sensasi ringan, tertawa tanpa sebab, hingga perasaan melayang.

Efek tersebut muncul dengan cepat dan juga menghilang dengan cepat, sehingga mendorong sebagian orang untuk mengulang pemakaian demi mendapatkan sensasi serupa.

Berisiko Serius

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved