Kabar Artis
Eza Gionino Santai Meski Dikaitkan Karakter Zane di Buku Broken Strings, Doakan Aurelie Moeremans
Eza Gionino adalah adalah pemeran dan model Indonesia. Ia dikaitkan dengan Broken Strings.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Kolase-foto-Eza-Gionino-KIRI-dan-cover-buku-Broken-Strings-KANAN.jpg)
Sambil tersenyum, Eza Gionino mengatakan, “Yang gue suka, Indonesia sudah semakin maju sekarang. Kenapa? Karena 1+1 itu dua. Dan ya, wassalamualaikum.”
Video yang diunggah tersebut segera menuai beragam tanggapan dari warganet.
Sejumlah netizen pun memberikan apresiasi atas sikap Eza yang dinilai tenang dan bijak dalam merespons isu tersebut.
“Tapi dia tidak menyangkal loh. Malah dijadikan jokes,” tulis akun @yazmo.
“Herannya, Oleli mendeskripsikan dia benar-benar seperti karakter aslinya di kehidupan nyata," sahut akun @rubis.
“Salut sih sama Eza Gionino. Pernyataan dia tidak menjatuhkan perempuannya. Dalam kasus ini, kamu bagus sekali menanggapinya, Eza," timpal kun @piaii.
Buku Broken Strings, bukan hanya perjalanan hidup Aurelie.
Namun perjuangannya terlepas dari hubungan toxic.
Melalui buku tersebut, Aurelie membagikan potongan kisah masa remajanya yang kelam, termasuk pengalaman pahit yang ia alami saat berusia 15 tahun.
Aktris kelahiran Brussel, Belgia itu mengungkap pernah menjadi korban manipulasi psikologis oleh orang dewasa, sebuah praktik yang dikenal dengan istilah child grooming.
Dalam buku tersebut, Aurelie juga menyinggung figur bernama Bobby, seorang pria yang disebut melakukan praktik child grooming terhadap dirinya.
Nama aktor Roby Tremonti pun ikut mencuat ke publik setelah kisah yang dituliskan aktris berusia 32 tahun itu viral dan dikaitkan dengan hubungan masa lalunya.
Aurelie Sampaikan Pesan usai Bukunya Viral
Usai viralnya buku Broken Strings, Aurelie mengaku tak nyaman melihat banyaknya asumsi dan tudingan yang diarahkan pada tokoh-tokoh dalam bukunya.
Ia menekankan agar warganet tidak terburu-buru menyerang atau membully orang lain buntut tulisannya dalam buku Broken Strings apabila hal itu hanya berdasarkan dugaan semata.
Menurutnya, banyak hal yang beredar di luar sana belum tentu benar sehingga sebaiknya tidak dijadikan dasar untuk menghakimi orang lain.