Senin, 25 Mei 2026

Kabar Artis

Aurelie Minta Publik Tak Bully Karakter di Broken Strings: Kalau Ada Ngaku, Urusan Masing-masing

Aurelie Moeremans meminta pada publik tidak membully karakter Broken Strings yang ditulisnya. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Aurelie Minta Publik Tak Bully Karakter di Broken Strings: Kalau Ada Ngaku, Urusan Masing-masing
Istimewa
THREADS - Aurelie Moeremans meminta publik agar tidak membully karakter-karakter yang ada di dalam buku Broken Strings. Terlebih banyak publik yang masih sebatas tebakan-tebakan menurutnya soal deretan karakter dalam buku yang ditulisnya itu. Hal tersebut disampaikan Aurelie melalui saluran broadcast pribadinya di Instagram dan Threads @aurelie pada Jumat (16/1/2026). 

Namun, pada dasarnya, Aurelie enggan membuat publik berasumsi hingga sampai membully.

Ia hanya ingin memberikan pengalaman dari luka dan prosesnya sembuh dengan jujur. 

Hal tersebut disampaikannya melalui unggahan broadcast Instagram dan Threads @aurelie, Jumat (16/1/2026). 

"Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings.
Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan. Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku ga enak bacanya," jelasnya. 

"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," sambungnya. 

Aurelie pun mengecualikan orang-orang yang tetiba muncul dan mengaku sebagai karakter tertentu. 

Hal tersebut bukan dalam tanggung jawabnya. 

"Kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing ya, kalian bebas berpendapat soal itu.
Tapi kalau hanya menebak-nebak dan lalu menyerang, plis jangan," jelasnya. 

Ia menegaskan bahwa buku yang ditulisnya tersebut hanya ingin speak up dan memberikan pembelajaran penting dalam hidup. 

Bukan untuk membuat orang lain justru dibully. 

"Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat dibully. Aku nulis karena ingin membuka mata, memberi awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama. Let’s keep this space kind, aman, dan penuh empati," pungkasnya. 

(*)

(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)

 

 

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved