Sabtu, 2 Mei 2026

Kabar Artis

Cikal Bakal Lahirnya Buku Viral Broken Strings Ditulis Aurelie Moeremans, Penulis Tak Cari Untung

Beginilah awal mula lahirnya buku Broken Strings. Karya viral di media sosial ditulis artis ternama Aurelie Moeremans. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Cikal Bakal Lahirnya Buku Viral Broken Strings Ditulis Aurelie Moeremans, Penulis Tak Cari Untung
Istimewa/YouTube Mrs Aurelie
BUKU - Aurelie Moeremans memegang buku fisik Broken Strings yang dirilisnya pada Oktober 2025 lalu. Ia menyebut buku tersebut adalah kisah nyata dirinya yang terbebas dari belenggu hubungan toxic.  

Namun karena langkahya maju sebagai penulis, membuat hal tersebut semangat dilakukannya. 

Membuat buku

"Aku memang orangnya cukup tertutup dan beratlah untuk share pengalaman yang setraumatik itu," tuturnya.

Namun, support yang diberikan Tyler membuatnya membulatkan tekad.

"Tapi karena dia bilang cerita aku bisa membantu orang lain, akhirnya aku memberanikan diri untuk menerbitkan versi Bahasa Inggris untuk cek ombak dulu," timpalnya.

Di luar dugaan Aurelie, buku itu justru mendapatkan sambutan luar biasa.

"Dan ternyata responsnnya tuh luar biasa banget. Sampai ada banyak orang Indonesia yang Inggrisnya tuh enggak lancar, tapi mereka pakai Google Translate hanya untuk membaca buku aku," tandasnya terkesan.

"Bener-bener kayak gila banget," selorohnya.

Kenapa Aurelie Menulis Masa Lalunya? 

Masih melansir dari laman YouTube-nya, Mrs Aurelie, istri Tyler Bigenho ini mengungkapkan awal mula ditulisnya buku tersebut.

"Kenapa aku nulis buku ini? Karena awalnya aku ke hipnoterapis dan aku ceritalah sama dia, bahwa kejadian ini sudah 16 tahun yang lalu. Tapi traumanya ada, traumanya tetap ada," kata Aurelie memulai ceritanya, dikutip Rabu (14/1/2026).

Saat trauma itu muncul, wanita 32 tahun itu acapkali menyakiti dirinya sendiri.

"Dan aku cerita ke terapis aku bahwa kalau aku sedih itu kadang-kadang aku suka mukulin diri sendiri dan aku ngerasa deserve it (layak untuk hal itu)," imbuhnya.

Aktris berambut panjang ini menyadari, aksinya itu merupakan peringatan bahwa ia belum benar-benar berdamai dengan masa lalunya.

"Ya memang udah jelas kan, ada sesuatu yang belum selesai gitu di hati aku. Karena deep down (jauh di dalam lubuk hati) aku tahu aku enggak deserve dikasarin. Ada something wrong (sesuatu yang salah)-lah," lanjutnya.

Dari situlah, sang terapis memintanya menulis diary atau buku harian.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved