Kamis, 23 April 2026

Ramadan 2026

Niat Puasa Ramadan 2026 Harian dan Sebulan Penuh, Cara Melafalkan yang Benar, Waktu Terbaiknya

Berikut niat puasa Ramadan harian maupun sebulah penuh dalam bahasa latin dan Arab lengkap dengan arti dalam bahasa Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sri Rahayu | Editor: Aqsa

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut niat puasa Ramadan harian maupun sebulah penuh dalam bahasa latin dan Arab lengkap dengan arti dalam bahasa Indonesia.

Simak pula tata cara melafalkan niatnya dengan benar, begitupun waktu terbaik melakukannya saat Ramadan 2026/1447 Hijriyah (H).

Berdasarkan keputusan pemerintah, umat Muslim di Indonesia termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mulai menunaikan ibadah puasa pertama Ramadan 1447 H, pada Kamis (19/02/2026).

Hal tersebut merujuk pada hasil sidang itsbat penetapan 1 Ramadan 1447 H (Hijriah) yang dipimpin Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, di Jakarta, pada Selasa (17/2/2026). 

Sementara, warga Muhammadiyah se-Tanah Air termasuk di Provinsi Sultra sudah memulai puasa pertamanya sejak Rabu (18/02/2026).

Untuk itu, penting bagi umat Islam yang akan memulai ibadah puasanya kembali mengingat niat puasa Ramadan.

Membaca niat adalah salah satu rukun yang wajib dilakukan setiap Muslim yang hendak berpuasa. 

Biasanya ini dilakukan setiap selesai shalat tarawih atau ketika makan sahur saat bulan Ramadan.

Sahur adalah aktivitas makan dan minum sebelum menjalani ibadah puasa yang dilakukan pada dini hari atau sepertiga malam terakhir, sebelum terbit fajar (waktu subuh) atau Imsak.

Hukum makan sahur adalah sunah, bersahur adalah perbuatan yang sangat dianjurkan bagi orang yang hendak berpuasa.

Dalam puasa wajib dikutip TribunnewsSultra.com dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), qada, dan nazar, seseorang harus berniat di malam hari sebelum terbit fajar. 

Berbeda halnya puasa sunnah, yang lebih longgar, seseorang boleh baru berniat di siang harinya.

Tetapi yang perlu diingat umat Muslim yang hendak berpuasa, melafazkan niat merupakan bagian dari syarat sahnya puasa. 

Baca juga: Pentingnya Niat Puasa Ramadan, Awal Menunaikan Ibadah dari Terbit Matahari hingga Terbenam

Wajibnya tabyit tersebut tentu berkonsekuensi dapat menjadi puasa seseorang tidak sah jika ditinggalkan:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved