Berita Muna
La Ode Darwin Curhat di Hadapan Masyarakat Muna: Dari Anak Guru hingga Pimpin Partai Golkar Sultra
Perjalanan politik La Ode Darwin, atau yang akrab disapa DW menjadi sorotan saat dirinya kembali di Tongkuno Raya, Muna, Sulawesi Tenggara.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Ketua-DPD-Golkar-Sultra-sekaligus-Bupati-Muna-Barat-La-Ode-Darwin-BUKBER.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA, MUNA - Perjalanan politik La Ode Darwin, atau yang akrab disapa DW, menjadi sorotan saat dirinya kembali ke akar keluarga di Tongkuno Raya, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) Jumat (13/3/2026).
Di balik agenda pembagian 500 paket beras, Darwin menunjukkan narasi politik yang kuat.
Ia menyinggung sebuah transformasi dari sosok "bukan siapa-siapa" menjadi figur sentral di Sulawesi Tenggara.
Meski kini menjabat sebagai Bupati Muna Barat dan Ketua DPD Golkar Sultra, Darwin tidak menutupi asal-usulnya yang sederhana.
Ia lahir dari pasangan guru dan ibu rumah tangga di Sumpuo, Kecamatan Tongkuno.
Narasi "anak kampung" ini menjadi modal sosial Darwin dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
"Saya ini berasal dari keluarga sederhana yang tidak punya apa-apa. Perjalanan politik saya cukup mengagetkan, namun niat saya adalah membangun daerah," ungkap Darwin di hadapan warga.
Baca juga: Darwin Siapkan Taktik Golkar pada Pemilu 2029 di Muna, Operasi Double Seat Pecah Dominasi Lawan
Kenaikan posisinya sebagai Ketua DPD Golkar Sultra secara aklamasi menandai babak baru dalam peta kekuatan politik di wilayah tersebut, terutama dengan dukungan tokoh senior seperti Ridwan Bae.
Kegiatan di Tongkuno ini bukanlah kegiatan tunggal.
Sebelumnya, Darwin telah bergerak menyisir titik-titik strategis di Kota Kendari, seperti Kecamatan Kadia dan Abeli. Pola ini mengindikasikan strategi konsolidasi yang konsisten di luar wilayah administratif yang ia pimpin (Muna Barat).
Dalam langkahnya, Darwin dengan bendera Golkar memberikan bantuan 500 paket beras kepada setiap acara buka puasa yang mereka gelar di beberapa titik
Bagi Darwin, jabatan publik dan posisi di partai adalah alat untuk "pulang kampung" dengan membawa perubahan.
Fokusnya kini adalah menjaga kepercayaan konstituen melalui pendekatan yang lebih humanis dan langsung menyentuh kebutuhan pokok warga, terutama di tengah bulan suci Ramadan.
Dengan modal dukungan aklamasi di level provinsi dan posisi strategis sebagai kepala daerah, langkah-langkah Darwin di masa depan akan sangat menentukan arah politik Partai Golkar di Sulawesi Tenggara menjelang kontestasi politik mendatang. (*)
(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)