Selasa, 19 Mei 2026

Gubernur Aceh Mualem Heran Banjir Sumatra, Temukan Banyak Mayat Telanjang dan Hewan Melata Mati

 Gubernur Aceh, Mualem mengungkap keanehan pada banjir di Pulau Sumatra. Aceh menjadi salah satu wilayah terdampak banjir.

Tayang:
zoom-inlihat foto Gubernur Aceh Mualem Heran Banjir Sumatra, Temukan Banyak Mayat Telanjang dan Hewan Melata Mati
YouTube/Tangkap Layar YouTube Najwa Shihab  
MUALEM MENANGIS - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menangis saat Najwa Shihab menceritakan pesan rakyat Aceh untuk Indoensia, dalam tayangan YouTube NajwaShihab, diunggah Senin (8/12/2025).    

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Gubernur Aceh, Mualem mengungkap keanehan pada banjir di Pulau Sumatra. 

Aceh menjadi salah satu wilayah terdampak atas bencana alam yang terjadi pada November 2025 lalu. 

Ia merasa, banjir bandang Sumatra ini lebih dahsyat dari tsunami Aceh yang terjadi pada 2004. 

Menurutnya, banyak kejanggalan yang terjadi. 

Mulai dari mayat yang telangjang hingga banyak hewan melata mati. 

Seperti diketahui, banjir yang menimpa Aceh menjadi duka mendalam. 

Selain itu, Sumatra Barat dan Sumatra Utara juga menjadi wilayah yang diterjang banjir dan longsor. 

Kondisi ini cukup memilukan. Gubernur Aceh, Mualem bahkan menangis mengingat rakyatnya yang harus menanggung beban begitu berat. 

Hal ini terungkap dalam wawancara Mualem dengan jurnalis senior, Najwa Shihab. 

Baca juga: Viral Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan, Ramai Jadi Backsound Bencana Alam di Sumatra, Makna dan Lirik

Di video itu, Najwa menanyakan alasan Mualem menyebut banjir bandang sebagai tsunami kedua.

"Mualem yang jelas ketika Mualem kemarin bilang "Ini seperti tsunami kedua" itu kita semua langsung teringat 20 tahun lalu," ujar Najwa, dikutip dari kanal Youtube Najwa Shihab baru-baru ini. 

"Apa sebab Mualem bicara ini tsunami kedua, Mualem?" tanyanya.

Mualem pun menjabarkan terkait penglihatannya atas bencana yang menimpa Aceh

Ia melihat dampak banjir cukup dahsyat merusak sejumlah wilayah Aceh

Banjir bandang yang terjadi sampai mengorbankan ratusan jiwa, hilangnya harta benda dan rusaknya infrastruktur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved