Berita Muna Barat
Warga Muna Barat Hilang Misterius di Muara Bone Balano saat Sedang Asyik Cari Kerang Bareng Keluarga
Seorang warga Desa Lasama, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan hilang misterius di kawasan Muara Bone Balano.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/orang-hilang-di-muara-bone-balano-muna-barat.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA, KENDARI- Seorang warga Desa Lasama, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan hilang misterius di kawasan Muara Bone Balano pada Sabtu (23/5/2026).
Muara ini terletak di wilayah pesisir Kabupaten Muna, tepatnya di kawasan Desa Ghonebhalano (sering juga disebut Bone Balano).
Korban yang diketahui bernama Farida (45) hilang saat tengah mencari kerang laut bersama pihak keluarganya.
Hingga Sabtu malam, Tim Penyelamat Unit Siaga SAR Muna masih berupaya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula ketika Farida bersama rombongan keluarganya berangkat menuju Muara Bone Balano pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WITA.
Sesampainya di lokasi, mereka berpencar ke beberapa titik muara untuk mengumpulkan kerang.
Namun, petaka baru disadari pihak keluarga menjelang sore hari ketika waktu mengumpulkan kerang telah usai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) BASARNAS Kendari, Amiruddin A.S, menjelaskan bahwa pihak keluarga sempat berupaya mencari korban secara mandiri.
"Hingga pukul 13.30 WITA, saat seluruh keluarga yang mencari kerang berkumpul, korban tidak terlihat. Telah dilakukan pencarian oleh pihak keluarga dan masyarakat sekitar, namun hingga informasi ini diterima hasilnya nihil," ujar Amiruddin dalam keterangan resminya pada Sabtu sore.
Sadar pencarian mandiri tidak membuahkan hasil, pihak pemerintah desa setempat segera mengambil tindakan.
Pada pukul 16.20 WITA, Comm Centre KPP Kendari menerima laporan resmi mengenai kondisi membahayakan manusia atau orang hilang ini dari Sekretaris Desa Lasama.
Merespons laporan darurat tersebut, Unit Siaga SAR Muna langsung menerjunkan personelnya ke lokasi terakhir korban diketahui pada pukul 16.40 WITA.
Upaya pencarian di lapangan menghadapi tantangan alam yang cukup dinamis.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi di sekitar muara saat ini tengah diguyur hujan dengan intensitas ringan, sementara angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 3,8 kilometer per jam.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Tim SAR gabungan dikerahkan dengan membawa armada dan peralatan lengkap, mulai dari rescue car, perahu karet, peralatan keselamatan, alat komunikasi, hingga peralatan medis serta evakuasi.
Amiruddin menegaskan bahwa seluruh kekuatan penuh dikerahkan demi mempercepat penemuan korban.
"Demikian, perkembangan selanjutnya menyusul," kata Amiruddin memungkasi keterangannya terkait kelanjutan operasi penyelamatan yang masih berlangsung di lapangan. (*)
(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)