Kapal Nelayan Ditabrak Tongkang di Muna
1 Lagi Korban Tabrakan Kapal Tongkang Perairan Tampo Muna Ditemukan Meninggal, Pencarian Berakhir
1 korban hilang akibat kapal tongkang menabrak longboat di jalur pelayaran Perairan Tampo, Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan meninggal.
Penulis: La Ode Ahlun Wahid | Editor: Muhammad Israjab

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tim SAR Gabungan kembali menemukan 1 korban hilang, akibat kapal tongkang menabrak longboat.
Peristiwa itu terjadi di jalur pelayaran Perairan Tampo, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (18/10/2025) sore.
Ada 3 orang menjadi korban, akibat kecelakaan kapal ini. 1 orang selamat, sementara 2 orang lain meninggal dunia.
Baca juga: 1 Nelayan Ditemukan Meninggal, Korban Tabrakan Kapal Tongkang di Perairan Tampo-Pulau Renda Muna
Muhtari seorang laki-laki (48) berasal dari Desa Tampo, Napabalano, Muna. Berhasil selamat pada insiden nahas tersebut.
Sedangkan La Rone (63) dan La Onus (51), sama-sama berasal dari Desa Tampo, Napabalano, Muna, meninggal dunia.
Saat pencarian tim gabungan SAR, korban La Rone ditemukan sudah tak bernyawa, pada Minggu (19/10/2025) sekira pukul 08.15 WITA, di sekitar lokasi kejadian.
Terbaru, pada Rabu (22/10/2025), tim SAR kembali berhasil menemukan 1 korban hilang yakni La Onus, kondisi meninggal dunia.
"Pukul 06.15 Wita Tim SAR Gabungan menemukan korban La Onus keadaan MD sekitar 5,66 NM arah barat dari LKP."
"Selanjutnya korban dievakuasi ke rumah duka dan diserahterimakan kepada pihak keluarga," tulis rilis Basarnas Kendari.
Baca juga: Update Pencarian Korban Tabrakan Kapal Tongkang di Perairan Muna, 1 Ditemukan Tewas, 1 Masih Dicari
Ditemukannya La Onus, maka pencarian 2 orang hilang akibat tabrakan kapal tongkang ini resmi berakhir.
"Ditemukannya korban tersebut keadaan MD, Ops SAR terhadap 2 orang korban hilang terjatuh dari longboat setelah ditabrak kapal tongkang buana di sekitar perairan antara tampo dan Pulau renda Kabupaten Muna dinyatakan selesai dan ditutup," sambung rilis resmi ini.
Sebelumnya, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sultra, AKBP Tenri Wardi mengungkap hasil penyelidikan sementara.
Saat insiden terjadi longboat yang digunakan 3 korban, memotong jalur saat kapal tongkang melintas.
Lalu perahu yang bermuatan 3 orang itu, tersangkut tali towing yang menarik tongkang.
"Sehingga perahu tersebut tak dapat bergerak karena mengalami mati mesin, akhirnya tertabrak,” ungkapnya saat dihubungi TribunnewsSultra.com, pada Minggu (19/10/2025).
Akibat dari kejadian tersebut, dua nelayan hilang dan kini dalam proses pencarian. Sementara satu orang lainnya berhasil selamat.
"Saat ini kami berada di lokasi kejadian, tengah melakukan proses pencarian terhadap dua korban," jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/ La Ode Ahlun Wahid)