Berita Konawe Selatan
Pemuda 22 Tahun Hilang di Kebun Desa Lakomea Konawe Selatan, Diduga Idap GERD hingga Berhalusinasi
Sosok pemuda berusia 22 tahun berinisial F hilang di kebun Desa Lakomea, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Penulis: Sri Rahayu | Editor: Aqsa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Pencarian-pemuda-hilang-di-Desa-Lakomea-Kecamatan-Landono-Konawe-Selatan-Sulawesi-Tenggara.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONSEL - Sosok pemuda berusia 22 tahun berinisial F hilang di kebun Desa Lakomea, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Berdasarkan laporan orang hilang itu, Minggu (10/05/2026), Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari diterjunkan ke lokasi untuk memberikan bantuan SAR.
Jarak tempuh lokasi terakhir korban diketahui (last known position/ LKP) dari KPP Kendari di Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), berjarak sekitar 22 kilometer (km).
Hal tersebut disampaikan Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan TribunnewsSultra.com.
Sekitar pukul 06.47 Wita, Comm Centre KPP menerima informasi dari Kapolsek Landono yang melaporkan telah terjadi kondisi membahayakan manusia.
Terhadap 1 orang yang hilang di kebun Desa Lakomea, Kecamatan Landono, Kabupaten Konsel.
“Berdasarkan laporan tersebut, Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju LKP untuk memberikan bantuan SAR pada pukul 07.00 Wita,” katanya.
Baca juga: Banjir Kendari Sulawesi Tenggara: Tim SAR Evakuasi Warga yang Rumahnya Kebanjiran Pakai Perahu Karet
Dalam keterangan KPP disebutkan, kronologi hilangnya korban berawal pada Jumat, 8 Mei 2026.
Sekitar pukul 16.30 Wita, pemuda F meninggalkan kediamannya di Desa Lakomea dan hingga saat ini belum kembali ke rumah.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga dan masyarakat sekitar, korban diduga sedang mengalami halusinasi mengingat korban memiliki riwayat penyakit GERD atau penyakit asam lambung akut.
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) akibat melemahnya katup otot kerongkongan bawah.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Potensi SAR bersama masyarakat setempat telah melakukan upaya pencarian.
Melakukan penyisiran di sekitar wilayah Desa Lakomea serta melakukan koordinasi dengan aparat desa dan pihak terkait.
“Namun, proses pencarian sementara dihentikan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung dan berisiko terhadap keselamatan personel di lapangan,” jelas Amiruddin.
Baca juga: Jasad Bocah di Teluk Kendari Sulawesi Tenggara, Diduga Terseret Derasnya Arus Saluran Saat Hujan
“Sampai dengan informasi ini disampaikan ke KPP Kendari, korban belum ditemukan dan butuh bantuan SAR,” lanjutnya.