Kamis, 21 Mei 2026

Banjir di Sulawesi Tenggara

Drainase Bermasalah Picu 1.339 Rumah Warga Terdampak Banjir, Perbaikan Ditargetkan hingga Juni 2026

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 9 hingga 11 Mei 2026 dan berdampak pada ribuan warga.

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Desi Triana Aswan
zoom-inlihat foto Drainase Bermasalah Picu 1.339 Rumah Warga Terdampak Banjir, Perbaikan Ditargetkan hingga Juni 2026
TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari
PERBAIKAN DRAINASE - Perbaikan drainase di Jalan Laode Hadi, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Rabu (20/5/2026).   

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 9 hingga 11 Mei 2026 dan berdampak pada ribuan warga.

Berdasarkan hasil verifikasi hingga 11 Mei 2026 pukul 23.00 Wita, sebanyak 1.339 rumah terdampak banjir dengan total warga terdampak mencapai 5.445 jiwa.

Warga terdampak tersebut tersebar di tujuh dari total 11 kecamatan di Kota Kendari, yakni Baruga, Poasia, Kambu, Wua-Wua, Kadia, Abeli, dan Mandonga.

Dengan total 19 dari 64 kelurahan di Kota Kendari, diantaranya Kelurahan Lepo-Lepo, Baruga, Anduonohu, Wundumbatu, Matabubu, Anggoeya.

Kemudian, Rahandouna, Kambu, Wua-Wua, Wowawanggu, Bonggoeya, Wundudopi, Bende, Pondambea, Anaiwoi, Abeli, Anggalomelai, Lapulu, dan Korumba.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Muhammad Herliansyah mengatakan banjir ini tidak hanya disebabkan luapan Sungai Wanggu.

Namun, juga dipicu sistem drainase yang tidak terhubung dengan aliran sungai utama.

Baca juga: Pemkot Kendari Siapkan Strategi Penanganan Banjir, Pelebaran Drainase hingga Pengerukan Sedimentasi

Selain itu, sejumlah saluran air mengalami penyempitan dan tidak memiliki konektivitas antardrainase sehingga air meluap ke jalan dan permukiman warga saat hujan deras.

“Air itu harus diberi jalan, tetapi ada saluran yang sempit sehingga air meluap, bahkan ada juga yang buntu karena tidak terhubung dengan saluran lainnya,” kata Muhammad Harliansyah saat diwawancarai awak media, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, kondisi drainase yang tidak terintegrasi membuat aliran air hujan tidak mengalir maksimal menuju sungai, sehingga genangan mudah terjadi di beberapa titik perkotaan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BWS Sulawesi IV Kendari bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara mulai melakukan penataan jaringan drainase dan pembangunan konektivitas saluran air.

Sejumlah drainase yang sebelumnya terputus kini mulai dihubungkan agar aliran air dapat langsung mengarah ke sungai dan tidak lagi menggenangi kawasan permukiman.

Salah satu penanganan dilakukan di sepanjang Jalan Laode Hadi, Kecamatan Wua-Wua. 

Saluran drainase di kawasan tersebut diarahkan terhubung ke Sungai Bonggoeya sebagai jalur pembuangan air.

“Aliran air kita coba konsentrasikan ke Sungai Bonggoeya. Itu salah satu cara untuk mengendalikan banjir yang tersebar di beberapa titik di Kota Kendari,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved