Rabu, 20 Mei 2026

Kasus Asusila Anak di Konawe Selatan

Ditangkap di Bone, Sertu MB Oknum TNI Kendari Cabuli Bocah SD Konawe Selatan Diamankan di Makassar

Sertu MB oknum anggota TNI di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dibawa ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tayang:
zoom-inlihat foto Ditangkap di Bone, Sertu MB Oknum TNI Kendari Cabuli Bocah SD Konawe Selatan Diamankan di Makassar
Istimewa
OKNUM TNI DITANGKAP - Sertu MB oknum anggota TNI di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dibawa ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Terduga pelaku pencabulan murid sekolah dasar (SD) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sultra, berinisial A (12), itu ditangkap di Kabupaten Bone, Provinsi Sulsel, Selasa, 19 Mei 2026, sekitar pukul 07.30 Wita. (Istimewa) 

Berdasarkan penelusuran timnya, perbuatan ini tidak terjadi dalam satu peristiwa tunggal, melainkan rangkaian tindakan repetitif.

Andre menjelaskan rangkaian peristiwa ini bermula dari kedekatan geografis dan ikatan keluarga.

Letak kediaman Sertu MB yang berdekatan dengan sekolah korban menjadi ‘pintu masuk’ terjadinya kekerasan seksual itu.

“Antara rumah pelaku dan sekolah korban ini jaraknya sangat dekat,” kata Ketua Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Advokat Muda Indonesia atau LBH HAMI Sultra ini di Kendari, Kamis (30/04/2026).

“Karena masih ada hubungan kerabat, korban sering singgah di rumah pelaku sepulang sekolah untuk beristirahat atau sekadar menunggu jemputan,” jelasnya menambahkan.

Baca juga: Kodim Kendari Terbitkan DPO Oknum TNI Diduga Cabuli Murid SD di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara

Andre menjelaskan pengakuan anak yang berusia 14 tahun ini diperkuat temuan medis.

“Berdasarkan pengakuan korban, aksi tersebut dilakukan berkali-kali. Hasil visum telah mengonfirmasi adanya tanda-tanda kekerasan,” ujar Andre.

Terpisah, Dandim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny AP Girsang, mengonfirmasi, adanya dugaan tindak pelecehan seksual yang dilakukan Sertu MB terhadap korban.

Meski pelaku melarikan diri, otoritas militer memastikan bahwa yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya saat interogasi awal.

Sertu MB telah memberikan keterangan awal kepada pihak satuan sebelum proses penyidikan lebih lanjut diserahkan kepada Denpom.

Baca juga: Meski Ada Permintaan Maaf, Kasus Ibu Bhayangkari dan Oknum TNI di Kendari Sultra Tetap Bergulir

Dalam interogasi itu, pelaku mengakui telah melakukan pelecehan fisik terhadap korban A.

“Pada dasarnya yang bersangkutan mengakui. Hasil interogasi kami, yang bersangkutan melakukan pelecehan (dengan cara) memegang,” kata Kolonel Danny.

“Namun, ini baru hasil interogasi awal kami, belum dari hasil penyidikan resmi di Denpom,” jelas mantan Dandim 0732/Sleman, Yogyakarta, ini menambahkan.

Alumni SMA Taruna Nusantara angkatan ke-8 ini menyebutkan bahwa mengingat adanya hubungan kekerabatan, terdapat kemungkinan tindakan tersebut tidak hanya terjadi satu kali.

“Kami belum bisa menjelaskan sudah berapa kali (tindakan itu dilakukan),” ujar Kolonel Danny.

Baca juga: Oknum Guru SMA di Konawe Digerebek Istri Sah saat Berduaan Rekan Wanita Dalam Kamar, Dilapor Polisi

“Tetapi dengan adanya kedekatan kekerabatan, mungkin saja bukan cuma satu kali. Kami butuh pendalaman lebih lanjut yang dilakukan oleh penyidik,” katanya menambahkan.(*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved