Berita Kendari
Ular Piton 8 Meter Telan Sapi Milik Warga di Nanga-nanga Kendari, Perut Membesar Sulit Bergerak
Warga Nanga-nanga Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dikejutkan oleh penemuan seekor ular piton sepanjang 8 meter.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Seekor-ular-piton-sepanjang-8-meter-yang-memangsa-seekor-sapi-milik-warga-di-Nanga-nanga.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA,KENDARI- Warga Nanga-nanga, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dikejutkan oleh penemuan seekor ular piton sepanjang 8 meter.
Ular ini disebut-sebut, memangsa seekor sapi milik warga pada Selasa (12/5/2026).
Peristiwa ini viral di media sosial setelah video yang menunjukkan kondisi ular dengan perut membesar di area semak belukar beredar luas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ular tersebut pertama kali ditemukan oleh warga dalam keadaan pasif atau tak bergerak karena baru saja menelan mangsa berukuran besar.
Khawatir akan keselamatan warga dan hewan ternak lainnya, sejumlah orang di lokasi segera berupaya mengevakuasi sekaligus melumpuhkan reptil raksasa tersebut.
"Ular telan sapi pa," ujar seorang pria dalam rekaman video yang mendokumentasikan saat-saat evakuasi ular tersebut di lapangan.
Baca juga: Video Viral Tirta Siregar Sempat Ramal Kecelakaan Ular Besi, 6 Hari Setelahnya Insiden KRL Terjadi
Kemunculan predator ini diduga kuat dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kendari belakangan ini.
Banjir yang merendam habitat asli ular di kawasan hutan disinyalir menjadi penyebab utama satwa tersebut keluar dan mendekati pemukiman warga untuk mencari sumber pangan baru.
Hal senada diungkapkan oleh Tita, warga yang mengunggah kejadian tersebut melalui akun media sosialnya.
Ia menyebutkan bahwa situasi alam yang tidak menentu telah memaksa hewan liar ini berinteraksi dengan wilayah manusia.
"Mulai lapar akibat banjir, sapi jadi korban,” tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut.
Hingga saat ini, kemunculan piton raksasa tersebut masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat setempat.
Para peternak diimbau untuk lebih waspada dalam mengawasi hewan ternak mereka, terutama di area yang berbatasan langsung dengan hutan dan rawa, guna menghindari kejadian serupa terulang kembali (*)
(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)