Berita Kendari
Awal Mula Dugaan Asusila Oknum TNI di Konawe Selatan, Beraksi Saat Korban Singgah Sepulang Sekolah
Letak kediaman Sertu MB yang berdekatan dengan sekolah korban menjadi pintu masuk terjadinya eksploitasi tersebut.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Awal-Mula-Dugaan-Asusila-Oknum-TNI-di-Konawe-Selatan-Beraksi-Saat-Korban-Singgah-Sepulang-Sekolah.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah awal mula dugaan asusila oknum TNI, Sertu MB, terhadap seorang murid sekolah dasar di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kuasa hukum korban, Andre Darmawan, mengatakan Sertu MB merupakan kerabat dekat kliennya.
Berdasarkan penelusuran tim kuasa hukum, perbuatan ini tidak terjadi dalam satu peristiwa tunggal, melainkan rangkaian tindakan repetitif.
Andre menjelaskan rangkaian peristiwa ini bermula dari kedekatan geografis dan ikatan keluarga.
Letak kediaman Sertu MB yang berdekatan dengan sekolah korban menjadi pintu masuk terjadinya eksploitasi tersebut.
Baca juga: Kronologi Sertu MB Kabur dari Kodim Kendari, Manfaatkan Jeda Makan Malam Usai Akui Pelecehan
"Antara rumah pelaku dan sekolah korban ini jaraknya sangat dekat. Karena masih ada hubungan kerabat, korban sering singgah di rumah pelaku sepulang sekolah untuk beristirahat atau sekadar menunggu jemputan," jelas Andre, Kamis (30/4/2026).
Kondisi rumah yang dianggap sebagai "ruang aman" bagi korban—mengingat adanya anak pelaku yang seumuran—justru menjadi lokasi terjadinya kekerasan.
Di sela-sela interaksi sosial yang tampak wajar di mata keluarga, Sertu MB diduga melakukan tindakan asusila tersebut secara berulang.
Andre Darmawan menegaskan pengakuan anak yang berusia 14 tahun ini diperkuat dengan temuan medis.
Hasil visum menunjukkan adanya bukti fisik kekerasan yang selaras dengan keterangan korban mengenai frekuensi perbuatan terduga pelaku.
Baca juga: Dandim Kendari Sebut Sertu MB Sempat Akui Lecehkan Anak di Bawah Umur, Manfaatkan Kedekatan Keluarga
"Berdasarkan pengakuan korban, aksi tersebut dilakukan berkali-kali. Hasil visum pun telah mengonfirmasi adanya tanda-tanda kekerasan," jelas Andre.
Meski kasus ini telah dilaporkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari, proses hukum mengalami hambatan serius.
Sertu MB dilaporkan melarikan diri saat sedang menjalani proses interogasi di Kodim 1417 Kendari.
Ketidaksigapan dalam mengamankan terduga pelaku saat proses pemeriksaan awal ini menjadi catatan kritis bagi pihak TNI.
Sebelumnya diberitakan, Komandan Kodim 1417 Kendari, Kolonel Arm Danny AP Girsang, mengonfirmasi adanya dugaan tindak pidana pelecehan seksual yang dilakukan salah satu anggotanya, Sertu MB.
Baca juga: Kodim Kendari Terbitkan DPO Oknum TNI Diduga Cabuli Murid SD di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara
Kendari
Sulawesi Tenggara
pelecehan
dugaan asusila
oknum TNI
Sertu MB
Andre Darmawan
Kolonel Arm Danny AP Girsang
| Oknum TNI Diduga Cabuli Murid SD di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, Melarikan Diri saat Diperiksa |
|
|---|
| Meski Ada Permintaan Maaf, Kasus Ibu Bhayangkari dan Oknum TNI di Kendari Sultra Tetap Bergulir |
|
|---|
| Anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara Minta Maaf Usai Istri Digerebek Berduaan Oknum TNI di Kendari |
|
|---|
| Suami Gerebek Istri Berduaan Oknum TNI di Kamar Kos Anduonohu Kendari, Sembunyi di Balik Lemari |
|
|---|
| Detik-detik Mencekam Oknum TNI Ngamuk Bawa Parang Sambil Rusak Rumah Warga di Muna, Sudah Diamankan |
|
|---|