Jumat, 1 Mei 2026

Berita Kendari

3 Penyakit Sering Dialami Jemaah Haji di Tanah Suci, Dinkes Kendari Ingatkan JCH Sedia Obat Vitamin

Tiga jenis penyakit itu antara lain jantung, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Tayang:
zoom-inlihat foto 3 Penyakit Sering Dialami Jemaah Haji di Tanah Suci, Dinkes Kendari Ingatkan JCH Sedia Obat Vitamin
TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti
PELEPASAN JCH KENDARI - Sebanyak 546 Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti seremonial pelepasan di Asrama Haji Sultra, Jalan Wulele, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kendari, Kamis (30/4/2026). Keberangkatan perdana dijadwalkan pada12 Mei 2026. (TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut tiga penyakit paling sering dialami jemaah haji saat berada di tanah suci.

Tiga jenis penyakit itu antara lain jantung, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, Hasria saat diwawancarai usai pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH), Kamis (30/4/2026).

Kegiatan seremonial tersebut berlangsung di Asrama Haji Sultra, Jalan Wulele, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hasri menjelaskan, untuk penyakit jantung dan PPOK ini tidak hanya disebabkan oleh bawaan jemaah saja.

Tetapi juga karena faktor lain seperti kelelahan dan stres selama menjalankan ibadah di tanah suci.

"Makanya kami selalu mengingatkan para jemaah untuk persiapkan fisik dan mental," kata dia.

Baca juga: Jadwal Lengkap Keberangkatan Jemaah Haji Sulawesi Tenggara 2026, Perdana ke Mekkah Mulai 14 Mei

Sementara ISPA, biasanya dikarenakan perubahan cuaca ekstrem, termasuk kelelahan, dan tertular saat berada di kerumunan.

Apalagi, cuaca di tanah suci diprediksi mencapai 40 derajat selsius sehingga JCH asal Kendari diimbau membawa vitamin dan obat-obatan.

Adapun hal-hal yang perlu dipersiapkan JCH untuk menghadapi cuaca panas yaitu membawa persediaan air minum, memprioritaskan ibadah sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

Lalu dianjurkan mengenakan pakaian berwarna putih, membawa semprotan wajah, lipgloss dan losion, masker, kacamata hitam, payung, kaos dan alas kaki.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kendari, H Sunardin menyebutkan, jumlah JCH Kendari sama dengan 26,5 persen dari total JCH Sultra.

Adapun ke-546 jemaah calon haji ini dibagi kedalam lima kloter yaitu kloter 32, kloter 34, kloter 36, kloter 39, dan kloter 43.

Baca juga: Jemaah Haji Lansia 2026 di Sulawesi Tenggara Terbanyak dari Kendari dan Kolaka, Tertua 95 Tahun

"Keberangkatan tanggal 12 Mei nanti insyaallah sebanyak tiga kali penerbangan, lalu tanggal 13 Mei satu penerbangan," ujar dia.

Asrama Haji berjarak 6,4 kilometer dari Kantor Balai Kota Kendari di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga.

Tempatnya dapat ditempuh menggunakan motor maupun mobil dengan waktu kurang lebih 13 menit. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved