Berita Kendari
Harga Cabai dan Bawang Normal di Pasar Korem Kendari, Tomat Masih Rp22 Ribu per Kilogram
Daftar harga komoditas pangan di Pasar Korem Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Kamis (16/4/2026).
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Pasar-Korem-terletak-di-Jalan-Abdullah-Silondae-Kelurahan-Korumba-nKecamatan-Mandonga-Kota-Kendari.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Daftar harga komoditas pangan di Pasar Korem Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Kamis (16/4/2026).
Pasar Korem terletak di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Provinsi Sultra.
Pasar tradisional ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok mulai dari beras, daging, bawang, sayuran, buah-buahan hingga pakaian.
Pantauan TribunnewsSultra.com sekira pukul 10.30 Wita, harga bahan pangan di pasar tersebut terpantau normal.
Kecuali tomat yang saat ini dibanderol Rp22 ribu per kilogram sementara sebelumnya dijual Rp18 ribu per kilo.
"Sekarang harga normal semua sudah turun, kecuali tomat masih Rp22 ribu," kata seorang pedagang.
Adapun harga komoditas pangan yang dinilai normal yaitu bawang putih Rp40 ribu per kilo, bawang merah Rp50 per kilo, bawang bombai Rp40 ribu per kilo.
Baca juga: Pemkot Baubau Tata Ulang Kawasan Pasar Wameo, Pedagang Sayur dan Ikan Dilarang Jualan di Tepi Jalan
Cabai rawit Rp40 ribu per kilo, cabai hijau besar Rp30 ribu per kilo, cabai merah besar Rp35 ribu, cabai merah keriting Rp35 ribu per kilo.
Lalu kacang tanah dijual seharga Rp38 ribu per kilogram sedangkan kacang tanah kupas Rp43 ribu per kilogram.
Selanjutnya wortel dibanderol Rp18 ribu per kilogram, kentang Rp25 ribu per kilogram, kol Rp12 ribu per kilogram, dan kembang kol Rp25 ribu per kilogram.
Kemudian untuk daun bawang seharga Rp20 ribu per kilogram dan Rp5 ribu per ikat, gula merah Rp25 ribu per kilogram.
Jagung manis Rp2 ribu per tongkol, timun Rp5 ribu per dua buah, toge Rp5 ribu per gayung kecil, serta jeruk nipis Rp5 ribu per kilogram.
Menurut pedagang, meski harga komoditas pangan normal tetapi daya beli masyarakat dinilai menurun. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)