Ramadan 2026
Harga Telur di Kendari Naik Jelang Lebaran 2026, Pedagang Sebut Stok Berkurang Dampak Program MBG
Harga telur ayam di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami kenaikan menjelang Idulfitri 2026.
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Harga-Telur-di-Kendari-Naik-Jelang-Lebaran-2026-Pedagang-Sebut-Stok-Berkurang-Dampak-Program-MBG.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Harga telur ayam di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami kenaikan menjelang Idulfitri 2026.
Di Pasar Korem Kendari, telur ayam ukuran sedang saat ini dijual sekitar Rp63 ribu per rak, naik dari harga sebelumnya Rp60 ribu.
Sementara telur berukuran besar dipatok sekitar Rp68 ribu per rak.
Pedagang telur, Jamal (35), mengatakan kenaikan harga telur ini sejak awal Ramadan dan diperkirakan terus berlanjut hingga mendekati hari raya.
Dengan kenaikan harga bisa mencapai Rp70 ribu per rak, karena kebutuhan warga semakin banyak seperti untuk membuat kue.
Baca juga: Beras SPHP di GPM Balai Kota Kendari Rp55 Ribu per 5 Kilogram, Jadwal dan Daftar Harga Bahan Pokok
Menurutnya, lonjakan harga tahun ini cukup signifikan karena modal pembelian dari pemasok juga meningkat.
Jika sebelumnya harga kulakan tertinggi berada pada kisaran Rp55 ribu per rak, kini mencapai sekitar Rp60 ribu.
“Salah satu penyebabnya sekarang harus menggunakan surat dari karantina karena telur kami ambil dari Sidrap, Sulawesi Selatan. Dulu yang wajib pakai surat karantina hanya hewan hidup,” kata Jamal saat ditemui di pasar, Selasa (10/3/2026).
Selain faktor administrasi distribusi, Jamal menyebut stok telur juga semakin terbatas sehingga memicu kenaikan harga di tingkat pedagang.
Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintah Pusat.
Baca juga: Update Daftar Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Turun 10 Maret 2026, Cek Pegadaian Kendari
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Tenggara maupun Sulawesi Selatan membeli telur langsung dari peternak.
Akibatnya, stok di tingkat pedagang menjadi berkurang karena sebagian besar produksi terserap oleh kebutuhan program tersebut.
“Kami para pedagang berharap SPPG bisa mengambil telur melalui pedagang, bukan langsung ke peternak. Kalau langsung ke peternak, harga bisa berubah-ubah dan kami juga kesulitan mendapatkan stok,” jelasnya.
Berdasarkan data hingga Januari 2026, jumlah SPPG di Sulawesi Tenggara tercatat sebanyak 214 unit yang tersebar di 17 kabupaten dan kota.
Daerah tersebut meliputi Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Bombana.
Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pasar Murah Ramadan di Konawe Utara Sulawesi Tenggara, Harga Barang Mulai Rp8.000
| Daftar 4 Tempat Ngabuburit di Kendari Sulawesi Tenggara, Harga Bersahabat, Banyak Pilihan Takjil |
|
|---|
| Daftar Harga Logam Mulia 8 Maret 2026, Emas Galeri 24 Naik Rp33 Ribu, Antam dan UBS Turun |
|
|---|
| Jadwal Penerbangan AirAsia Kendari-Makassar 2 Kali Sehari, Harga Tiket, Buka Akses ke Palu, Malaysia |
|
|---|
| Daftar Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Akhir Pekan 7 Maret 2026: Masih Stabil |
|
|---|
| Harga dan Mutu Bahan Pangan Sultra Diawasi Satgas Saber, Jual Lewati HET Terancam Cabut Izin Usaha |
|
|---|