Jumat, 22 Mei 2026

Ramadan 2026

Harga Telur di Kendari Naik Jelang Lebaran 2026, Pedagang Sebut Stok Berkurang Dampak Program MBG

Harga telur ayam di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami kenaikan menjelang Idulfitri 2026.

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Harga Telur di Kendari Naik Jelang Lebaran 2026, Pedagang Sebut Stok Berkurang Dampak Program MBG
TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari
TELUR AYAM - Telur ayam di Pasar Korem Kendari, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (10/3/2026). Di Pasar Korem Kendari, telur ayam ukuran sedang saat ini dijual sekitar Rp63 ribu per rak, naik dari harga sebelumnya Rp60 ribu. (TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Harga telur ayam di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami kenaikan menjelang Idulfitri 2026.

Di Pasar Korem Kendari, telur ayam ukuran sedang saat ini dijual sekitar Rp63 ribu per rak, naik dari harga sebelumnya Rp60 ribu.

Sementara telur berukuran besar dipatok sekitar Rp68 ribu per rak.

Pedagang telur, Jamal (35), mengatakan kenaikan harga telur ini sejak awal Ramadan dan diperkirakan terus berlanjut hingga mendekati hari raya.

Dengan kenaikan harga bisa mencapai Rp70 ribu per rak, karena kebutuhan warga semakin banyak seperti untuk membuat kue.

Baca juga: Beras SPHP di GPM Balai Kota Kendari Rp55 Ribu per 5 Kilogram, Jadwal dan Daftar Harga Bahan Pokok

Menurutnya, lonjakan harga tahun ini cukup signifikan karena modal pembelian dari pemasok juga meningkat.

Jika sebelumnya harga kulakan tertinggi berada pada kisaran Rp55 ribu per rak, kini mencapai sekitar Rp60 ribu.

“Salah satu penyebabnya sekarang harus menggunakan surat dari karantina karena telur kami ambil dari Sidrap, Sulawesi Selatan. Dulu yang wajib pakai surat karantina hanya hewan hidup,” kata Jamal saat ditemui di pasar, Selasa (10/3/2026).

Selain faktor administrasi distribusi, Jamal menyebut stok telur juga semakin terbatas sehingga memicu kenaikan harga di tingkat pedagang.

Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintah Pusat.

Baca juga: Update Daftar Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Turun 10 Maret 2026, Cek Pegadaian Kendari

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Tenggara maupun Sulawesi Selatan membeli telur langsung dari peternak.

Akibatnya, stok di tingkat pedagang menjadi berkurang karena sebagian besar produksi terserap oleh kebutuhan program tersebut.

“Kami para pedagang berharap SPPG bisa mengambil telur melalui pedagang, bukan langsung ke peternak. Kalau langsung ke peternak, harga bisa berubah-ubah dan kami juga kesulitan mendapatkan stok,” jelasnya.

Berdasarkan data hingga Januari 2026, jumlah SPPG di Sulawesi Tenggara tercatat sebanyak 214 unit yang tersebar di 17 kabupaten dan kota.

Daerah tersebut meliputi Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Bombana.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pasar Murah Ramadan di Konawe Utara Sulawesi Tenggara, Harga Barang Mulai Rp8.000

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved