Demo Ricuh di Perempatan Wuawua Kendari
Usai Kena Lemparan Batu, Kapolresta Kendari Pimpin Apel Bubarkan Pasukan: Masih Sakit Kalau Bicara
Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin Louis Sengka tetap memimpin apel pembubaran pasukan dalam kondisi pipi dan bibir terluka.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Usai-Kena-Lemparan-Batu-Kapolresta-Kendari-Pimpin-Apel-Bubarkan-Pasukan-Masih-Sakit-Kalau-Bicara.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepala Kepolisian Resor Kota atau Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin Louis Sengka tetap memimpin apel pembubaran pasukan dalam kondisi pipi dan bibir terluka.
Apel pembubaran pasukan setelah pengamanan aksi blokade jalan berujung ricuh di perempatan Wua-Wua, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (20/11/2025).
Pembubaran pasukan setelah situasi kondusif, berlangsung di lapangan kantor Televisi Republik Indonesia Stasiun Sulawesi Tenggara, di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
Berjarak sekira 300 meter dari lokasi pemblokiran jalan.
Saat hendak diwawancarai, Kombes EL Sengka mengaku masih mengalami kesakitan.
"Nanti aja, masih sakit nih kalau mau bicara," tuturnya.
Aksi blokade jalan menyebabkan akses jalan lumpuh total di perempatan Jalan Ahmad Yani, Jalan Budi Utomo, dan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kadia, Kecamatan Wua-Wua.
Baca juga: Bibir Kapolresta Kendari Luka Kena Lemparan Batu, Blokade Jalan Berujung Ricuh di Perempatan Wua-Wua
Kombes Pol Edwin terkena lemparan batu hingga alami luka bagian pipi kanan saat pengamanan unjukrasa sekelompok warga yang menolak konstatering (pencocokan lahan) dan eksekusi lahan di kawasan eks PGSD ini.
Ia juga mengalami luka pada sudut bibir dan bagian dagu.
Beberapa personil pun kemudian melakukan bantu medis kepadanya.
Konstatering sedianya dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WITA pagi, namun harus molor karena pengunjukrasa menolak untuk dilakukan pencocokan lahan, hingga mereka memblokiran jalan.
Polisi yang berada di lokasi pun, kemudian maju membubarkan dan terjadi aksi saling lempar.
Meski sedang mengalami luka dan pipi terlakban, tampak Kapolresta memipin kembali pasukan usai berhasil membubarkan warga yang melakukan blokade jalan.(*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)