Berita Kendari
Benarkah Mandi Malam Bisa Jadi Penyebab Sakit Jantung? Begini Penjelasan dr Firman S Dullah
dr Firman S Dullah, Sp JP menjelaskan terkait aktivitas mandi malam yang dianggap bisa memicu terjadinya penyakit jantung.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Dokter-spesialis-jantung-di-Kota-Kendari-Sulawesi-Tenggara-Sultra-dr-H-Firman-S.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Dokter spesialis jantung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dr Firman S Dullah, Sp JP menjelaskan terkait aktivitas mandi malam yang dianggap bisa memicu terjadinya penyakit jantung.
Menurut dokter yang bertugas di RSUD Bahteramas atau rumah sakit Provinsi Sultra ini, mandi malam tidak berkaitan dengan permasalahan jantung.
"Baik itu mandi pagi, siang atau malam itu tidak ada kaitannya secara langsung bisa menyebabkan terjadinya masalah pada jantung," tuturnya saat dihubungi TribunnewsSultra.com beberapa waktu lalu melalui sambungan telepon.
Ia pun menjelaskan bahwa jantung merupakan organ utama sistem sirkulasi bertugas menerima dan menyalurkan darah ke seluruh tubuh.
Jantung bekerjasama dengan pembulu darah seperti arteri, vena, kapiler dan darah itu sendiri agar memastikan oksigen bisa tersalurkan ke seluruh jaringan.
Melalui kontraksi ritmis, jantung mendorong darah kaya oksigen dari paru-paru menuju jaringan tubuh melalui arteri.
Baca juga: Fakta Penyakit Diabetes Dialami Fahmi Bo, Bisa Komplikasi Jantung, Ginjal hingga Masalah Penglihatan
Setelah oksigen digunakan oleh sel-sel tubuh, darah yang mengandung karbon dioksida dan limbah metabolik dikembalikan ke jantung melalui vena, untuk kemudian dialirkan ke paru-paru dan organ ekskresi guna proses pembuangan.
Dengan demikian, jantung tidak hanya berfungsi sebagai pompa, tetapi juga sebagai pengatur aliran zat penting dan limbah dalam tubuh, menjaga keseimbangan homeostasis dan mendukung kelangsungan hidup sel.
Sehingga menurut dr Firman, tak ada kaitannya mandi malam dengan permasalahan yang terjadi pada jantung.
dr Firman mengingatkan agar masyarakat tidak lagi beranggapan aktivitas pembersihan tubuh itu sebagai penyebab masalah atau gangguan jantung.
Namun, ia menuturkan bahwa kondisi seseorang bisa terkena jantung bisa karena faktor-faktor lain.
"Jangan sampai masyarakat itu keseringan mandi malam itu dianggap terkena penyakit jantung, namun ada faktor lain bisa menyebabkan atau gangguan jantung," tuturnya.
Terkait faktor lain itu, dr Firman menyebut diantaranya karena pola hidup yang tidak teratur, mulai dari mengonsumsi makanan tidak sehat, kebiasaan merokok, bahkan hipertensi.
"Kalau mau terhindar dari penyakit jantung, ingat atur pola makan, seimbangkan gizi, jangan merokok. Zaman sekarang kadang orang setelah olahraga dia merokok. Itu salah. Seperti mengisi ember yang bocor," jelasnya.
Selain itu, dr Firman menyebut permasalahan hidup yang membuat seseorang stres juga bisa berimbas pada masalah jantung.