Video Viral Kendari
Gegara Baju PDH, Dugaan Penyebab Dosen Kampus Swasta Kendari Banting Mahasiswa Saat Kegiatan Maba
Seorang mahasiswa korban kekerasan mengungkapkan alasan seorang dosen di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), nekat melakukan tindakan kekerasan.
Penulis: La Ode Ahlun Wahid | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Seorang-mahasiswa-inisial-AL-korban-kekerasan-oknum-dosen-di-Kendari-Sulawesi-Tenggara.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Seorang mahasiswa korban kekerasan mengungkapkan alasan seorang dosen di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), nekat melakukan tindakan kekerasan.
Insiden kekerasan di lingkup pendidikan ini dialami AL (23), mahasiswa Jurusan Arsitektur angkatan 2023, perguruan tinggi swasta.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (17/9/2025) sekitar pukul 17.00 WITA.
Mirisnya, aksi dosen ini terjadi di hadapan mahasiswa baru (maba) dalam acara Orientasi Studi Dasar-dasar Islam dan Kemuhammadiyahan (OSDIK) Tahun 2025.
Kampus swasta ini terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Wowanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Baca juga: Tiba di Muna Sulawesi Tenggara, Tangis Keluarga Sambut Jasad Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo
Lokasi penganiayaan ini hanya berjarak 3 kilometer (km) dari Polresta Kendari, Jalan DI Panjaitan Nomor 1, Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua.
Insiden kekerasan atau penganiayaan ini telah viral di beberapa media berita.
Korban, AL (23), menerangkan dirinya dibanting seorang dosen karena mengenakan kemeja Pakaian Dinas Harian (PDH) dari jurusan yang berbeda.
"Dia datangi saya, menendang, lalu dibanting di atas paving block. Setelah itu saya disuruh buka baju PDH Teknik Lingkungan," ungkapnya kepada TribunnewsSultra.com, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, alasan ini juga disampaikan kepada dosen bersangkutan berinisial MA dalam grup WhatsApp Lembaga Fakultas Teknik.
Baca juga: Video Detik-detik Mahasiswa Dibanting Oknum Dosen di Kendari Sulawesi Tenggara, Korban Lapor Polisi
"Ada yang saya tarik seniornya tadi 1 orang, dia pakai baju PDH Teknik Lingkungan, padahal dia bukan mahasiswa lingkungan," tulis dosen MA.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik, Mustamin mengutuk keras tindakan dosen tersebut.
“Ini tindakan dan contoh sangat buruk, dan kami mengutuk keras bagaimana mungkin seorang tenaga pendidik melakukan kekerasan terhadap mahasiswanya,” ungkapnya.
Sementara itu, dosen MA saat dikonfirmasi pada Rabu (24/9/2025) tidak memberikan tanggapan apa pun terkait tindakan kekerasan ini. (*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)
| Tiba di Muna Sulawesi Tenggara, Tangis Keluarga Sambut Jasad Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo |
|
|---|
| Video Detik-detik Mahasiswa Dibanting Oknum Dosen di Kendari Sulawesi Tenggara, Korban Lapor Polisi |
|
|---|
| Universitas Sulawesi Tenggara Gelar Maulid Nabi 1447 H Ajak Mahasiswa Teladani Perjuangan Rasulullah |
|
|---|