Kamis, 4 Juni 2026

Prediksi Rincian Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Periode 27 Maret 2026, Stabil atau Turun?

Prediksi rincian harga emas per gram dari Antam, UBS dan Geleri 24. Ketiga jenis emas tersebut, diprediksi terpantau stabil pada Jumat (27/3/2026). 

Tayang:
zoom-inlihat foto Prediksi Rincian Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Periode 27 Maret 2026, Stabil atau Turun?
Istimewa
HARGA EMAS - Ilustrasi emas batangan yang dibuat menggunakan AI di ChatGPT. Harga emas dunia pada pekan ini mengalami tekanan tajam di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berikut prediksi rincian harga emas per gram dari Antam, UBS dan Geleri 24. 

Ketiga jenis emas tersebut, diprediksi terpantau stabil pada Jumat (27/3/2026). 

Penurunan harga emas ini dimulai usai terjadinya konflik di Timur Tengah. 

Harga sebelumnya, emas pernah mencapai level tertinggi menyentuh lebih dari Rp3 jutaan. 

Namun setelah Idul Fitri, justru kondisinya menurun drastis. 

Bahkan kembali menyentuh level Rp2,7 juta, seperti sebelum memasuki bulan suci Ramadan. 

Baca juga: Daftar Harga Emas Terbaru, 24 Maret 2026: Antam Menetap, Galeri 24, UBS Turun, Cek Pegadaian Kendari

Lantas apakah pada 27 Maret 2026, harga emas berpotensi turun atau naik? 

Dikutip dari Tribun Pontianak, harga emas PT Antam, UBS dan Galeri24 diprediksi masih stabil di kisaran Rp2,7 juta–Rp2,9 juta per gram.

Sementara untuk tren pasar berada dikisaran Rp2,7 jutaan per gram. 

Untuk kebutuhan emas batangan jenis UBS dan Galeri24, harga pasar biasanya mengikuti Pegadaian dengan fluktuasi tipis.

Kondisi harga emas hari ini tak begitu stabil. 

Sehingga disarankan saat melakukan investasi tak perlu 'panic buying'. 

Investor dianjurkan agar terus memantau harga emas yang diprediksi berubah tiap waktu. 

Prediksi Harga Emas 27 Maret 2026

Antam

0,5 gram: Rp1.450.000 – Rp1.480.000

1 gram: Rp2.750.000 – Rp2.800.000

2 gram: Rp5.450.000 – Rp5.500.000

3 gram: Rp8.150.000 – Rp8.200.000

5 gram: Rp13.550.000 – Rp13.600.000

10 gram: Rp27.050.000 – Rp27.100.000

25 gram: Rp67.500.000 – Rp67.700.000

50 gram: Rp134.800.000 – Rp135.000.000

100 gram: Rp269.500.000 – Rp270.000.000

UBS

0,5 gram: Rp 1.520.000

1 gram: Rp 2.872.000

2 gram: Rp 5.734.000

5 gram: Rp 14.310.000

10 gram: Rp 28.620.000

25 gram: Rp 71.550.000

50 gram: Rp 143.100.000

100 gram: Rp 286.200.000

Galeri24

0,5 gram: Rp 1.510.000

1 gram: Rp 2.870.000

2 gram: Rp 5.700.000

5 gram: Rp 14.300.000

10 gram: Rp 28.490.000

25 gram: Rp 71.225.000

50 gram: Rp 142.450.000

100 gram: Rp 284.900.000

Penyebab Harga Emas Turun usai Lebaran Idul Fitri 2026

Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada Kamis (19/3/2026), memperpanjang tren pelemahan hingga tujuh sesi berturut-turut.

Penurunan ini dipicu oleh dampak konflik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi serta meningkatkan kekhawatiran inflasi global.

Mengutip kantor berita Reuters (19/3/2026), harga emas spot tercatat turun 5,5 persen menjadi 4.552,38 dolar AS per ons pada pukul 08.46 ET (1246 GMT).

Angka ini merupakan level terendah sejak awal Februari 2026.

Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April juga merosot 7 persen ke posisi 4.554,70 dolar AS per ons.

Analis menilai, tekanan terhadap emas terjadi karena perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral.

Kenaikan harga energi akibat konflik Iran mendorong inflasi, sehingga memicu spekulasi bahwa bank sentral utama dunia akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik justru kehilangan daya tariknya dalam kondisi suku bunga tinggi.

Hal ini karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti bunga, sehingga investor cenderung beralih ke instrumen lain yang lebih menguntungkan.

Ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali, mengatakan bahwa selama setahun terakhir emas banyak diminati oleh investor institusional karena tren pelemahan mata uang.

Namun, menurutnya, fondasi tren tersebut mulai melemah dalam jangka pendek.

Ia menambahkan, masih ada ruang bagi harga emas untuk terus turun, meskipun tren pasar bullish jangka panjang belum sepenuhnya hilang.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak juga menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar.

Harga minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan di atas 110 dolar AS per barel, setelah Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars.

Kondisi geopolitik yang memanas turut meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.

Bahkan, pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan pengerahan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah, yang menandakan potensi eskalasi konflik lebih lanjut.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami tekanan. Harga perak spot turun tajam 10,7 persen menjadi 67,26 dolar AS per ons.

Platinum melemah 6,8 persen ke level 1.886,13 dolar AS, sementara paladium turun 4,1 persen menjadi 1.415,41 dolar AS per ons.

Analis pasar menyebutkan bahwa aksi ambil untung oleh investor setelah reli kuat sepanjang 2025 turut mempercepat penurunan harga emas.

Penguatan dolar AS dan pergeseran minat investor ke sektor energi, khususnya minyak dan gas, juga memperburuk tekanan terhadap logam mulia tersebut.

Dengan kondisi ini, pergerakan harga emas ke depan diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta dinamika pasar energi dunia. (*)

(TribunPontianak.co.id)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved