Selasa, 14 April 2026

Harga Emas Anjlok, Terburuk Sejak 1983, Penyebab hingga Antisipasi

Berikut ini harga emas periode 24 Maret 2026 mengalami penurunan drastis. Kondisi ini terjadi sudah dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Harga Emas Anjlok, Terburuk Sejak 1983, Penyebab hingga Antisipasi
ilustrasi ChatGPT
HARGA EMAS - Ilustrasi emas batangan yang dibuat menggunakan AI di ChatGPT. Harga emas dunia pada pekan ini mengalami tekanan tajam di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Dalam sepekan terakhir, logam mulia ini bahkan mencatat kinerja terburuk sejak 1983. Mengutip CNN, Selasa (24/3/2026), harga emas dunia turun sekitar 11 persen sepanjang pekan terakhir.  

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berikut ini harga emas periode 24 Maret 2026 mengalami penurunan drastis. 

Kondisi ini terjadi sudah dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. 

Khususnya pada H+1 lebaran atau 22 Maret 2026, kondisi harga emas tak stabil. 

Pernah stagnan, namun kembali menurun. 

Sehingga, hal ini cukup mengkhawatirkan bagi para investor. 

Terlebih yang baru saja membeli emas pada saat harga naik. 

Lantas apa yang menyebabkan hal ini terjadi? 

Kondisi Geopolitik AS-Israel vs Iran

Baca juga: Update Harga Emas, 24 Maret 2026: Antam Rp2,9 Jutaan, Galeri 24 dan UBS Rp2,8 Jutaan per Gram

Tak dapat dipungkiri, meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, berpengaruh terhadap harga emas dunia. 

Bahkan terpantau dalam sepekan terakhir, logam mulia mencatat sejarah buruk sejak 1983. 

Di mana, harga emas sangat turun drasti sebelumnya naik pesat pada awal Maret lalu. 

Dikutip dari CNN, Selasa (24/3/2026), harga emas dunia turun sekitar 11 persen sepanjang pekan terakhir. 

Bahkan kondisi ini, menjadi yang terbesar sejak 4 dekade. 

Jika dihitung sejak dimulainya konflik AS dan Iran, harga emas bahkan telah terkoreksi lebih dari 14 persen.

Lalu seperti apa antisipasinya? 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved