Harga Emas
Prediksi Harga Emas Pegadaian 20 Oktober 2025: Vendor Antam, UBS dan Galeri24 Turun Hari Ini
Untuk prediksi harga emas Senin 20 Oktober 2025 adalah melemah sedikit pada pembukaan pasar. Bulan ini kenaikan sempat menjadi rekor.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/prediksi-harga-emas-pada-20-Oktober-2025-besok.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Terbaru harga emas dijual PT Pegadaian, Minggu (19/10/2025), menunjukkan penurunan pada hampir semua jenis emas.
Untuk harga di laman Sahabat Pegadaian, emas 1 gram UBS turun sebesar Rp32 ribu menjadi Rp2.513 juta dan emas Galeri24 turun Rp8 ribu menjadi Rp2.504 juta.
Untuk harga buyback juga relatif stabil, dengan beberapa variasi kecil antar merek.
Hal ini menunjukkan koreksi pasar wajar setelah beberapa periode kenaikan harga emas beberapa minggu terakhir.
Baca juga: Harga Emas di Kendari Sulawesi Tenggara: Galeri 24 Tembus Rp2,5 Juta, Antam Rp2,7 Juta per Gram
Namun, koreksi ini kemungkinan bersifat sementara, mengingat berbagai faktor makroekonomi, mendukung harga emas tetap dalam tren naik jangka menengah.
Dukungan utama datang dari pelemahan dolar AS biasanya membuat emas lebih menarik.
Sebagai lindung nilai inflasi dan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, serta inflasi global yang masih tinggi.
Kondisi pasar global menunjukkan adanya potensi kenaikan harga emas 20 Oktober 2025, karena faktor fundamental.
Seperti inflasi belum terkendali dan ketegangan geopolitik tetap ada, meskipun risiko koreksi juga ada, jika pasar mengambil keuntungan setelah kenaikan harga sebelumnya.
Baca juga: Harga Emas Perhiasan 23 Karat di Pasar Basah Mandonga Kendari Rp2 Juta per Gram, Bisa Replating
Harga buyback relatif stabil di berbagai ukuran emas. Memperlihatkan permintaan investor kemungkinan bertahan kuat.
Berdasarkan data teknikal, support kuat pada harga emas diperkirakan berada di tingkat Rp2.335.000 untuk ukuran 1 gram.
Sedangkan resistance sedang diuji di level harga sekitar Rp2.550.000, harga saat ini masih berada di rentang tersebut.
Skenario bullish masih memungkinkan apabila kondisi global tetap tidak kondusif bagi aset berisiko dan suku bunga The Fed tidak dinaikkan secara agresif, sehingga emas akan naik secara bertahap.
Namun, jika The Fed menunjukkan kebijakan moneter yang lebih ketat dari perkiraan, harga emas bisa mengalami koreksi mendalam.
Hingga menembus level support, perlu diwaspadai investor dalam jangka pendek.