Ricuh Aparat TNI Polri di Buton Selatan
Momen Pertemuan Aparat TNI dan Brimob di Buton Selatan Usai Bentrok, Yel-yel, Lesehan, Makan Bareng
Momen pertemuan aparat TNI dan Brimob di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara
Penulis: Harni Sumatan | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Momen-Pertemuan-Aparat-TNI-dan-Brimob-di-Buton-Selatan-Usai-Bentrok-Yel-yel-Lesehan-Makan-Bareng.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUTON SELATAN - Momen pertemuan aparat TNI dan Brimob di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (5/1/2026) siang.
Tampak anggota Brimob Batalyon B Pelopor dan anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 871/La Maindo duduk bersama pada sebuah tenda.
Momen ini terjadi usai kericuhan antara kedua pihak pada Minggu (4/1/2026) sore kemarin, sekira pukul 17.30 WITA.
Kedua Batalyon yang berada pada instansi berbeda ini duduk selang seling sambil mendengarkan arahan.
Dalam pertemuan tersebut, terlihat Komandan Distrik Militer (Dandim) 1413 Buton, Kapolres Buton, dan Bupati Buton Selatan hadir untuk memberikan arahan.
Meja berisi ompreng makanan diletakan dalam tenda, lokasi anggota duduk berdampingan.
Mereka bahkan diatur selang seling serta yel-yel bersama untuk menjaga keakraban satu sama lain.
Baca juga: Polres Buton Pastikan Situasi Sudah Kondusif Usai Kericuhan di Lapangan Lakarada Buton Selatan
Diakhir arahan, mereka juga berfoto bersama, saling berjabat tangan satu sama lain menandakan perdamaian yang terjadi antar keduanya.
Usai mendapatkan arahan, seluruh prajurit makan bersama di lapangan.
Makanan dibagi dengan mengopernya satu persatu, hingga tidak jarang kedua anggota Batalyon yang terlibat perkelahian terlibat komunikasi secara tidak sengaja.
Bupati Busel, Muhammad Adios mengatakan hari ini pihaknya tidak lagi melihat adanya gesekan yang terjadi.
“Itu hanya kesalahpahaman, tapi Alhamdulillah pertemuan ini kita melihat rasa kekeluargaan lebih tinggi, tidak ada perbedaan antara prajurit,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (5/1/2026).
Kata dia, keberadaan kedua Batalyon tersebut pastinya dapat membangun Kabupaten Buton Selatan ke depannya.
Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Arif Ariyanto mengungkapkan hal yang terjadi Minggu sore kemarin sebenarnya tidak harus terjadi.
Baca juga: Ricuh Laga Sepak Bola di Lapangan Lakarada Buton Selatan, Oknum TNI-Polri Terlibat Pertikaian
“Kami juga sudah mengambil langkah, lalu mencapai kesepakatan bahwa kesalahpahaman sudah kita selesaikan,” jelasnya.