Sultra Memilih

Pemilu 2024 Bakal Didominasi Pemilih Muda, Bagaimana Tanggapan Pemuda di Sulawesi Tenggara?

Mari intip bagaimana pemuda di Sulawesi Tenggara atau Sultra dalam memandang politik di Indonesia.

Penulis: Naufal Fajrin JN | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia atau KPU RI, terdapat sebanyak 204.807.222 pemilih yang masuk Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Angka itu disampaikan melalui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Tingkat Nasional Pemilu 2024 yang digelar pada Minggu (2/7/2023) lalu. Dari 204.807.222 DPT, sebanyak 52 persen di antaranya merupakan pemilih muda. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Mari intip bagaimana pemuda di Sulawesi Tenggara atau Sultra dalam memandang politik di Indonesia.

Untuk diketahui, tak lama lagi Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 datang.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia atau KPU RI, terdapat sebanyak 204.807.222 pemilih yang masuk Daftar Pemilih Tetap atau DPT.

Angka itu disampaikan melalui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Tingkat Nasional Pemilu 2024 yang digelar pada Minggu (2/7/2023) lalu.

Dari 204.807.222 DPT, sebanyak 52 persen di antaranya merupakan pemilih muda.

Baca juga: 483 Caleg Bakal Berebut Kursi DPRD Kendari Pemilu 2024, Empat Partai Politik Tidak Penuhi Kuota

Lantas, bagaimana anak muda di Sultra dalam bersikap mengenai keterlibatannya dalam Pemilu 2024 mendatang.

TribunnewsSultra.com telah melakukan wawancara bersama sejumlah anak muda yang ada di provinsi tersebut.

1. Muhammad Iqbal Suala

Iqbal merupakan seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari.

Kesehariannya banyak dihabiskan untuk terlibat dalam kegiatan ekstrakulikuler kampus, yakni sebagai Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Kendari juga sebagai Founder Vinci Barakati Institute.

Baca juga: Partai Garuda Jadi Parpol yang Partisipasi Perempuannya Tertinggi di Pemilu 2024 Sulawesi Tenggara

Sebagai anak muda, Iqbal banyak bersuara tentang kondisi politik di Indonesia, khususnya di Sultra tempat ia bermukim.

Menjelang Pemilu 2024, ia menegaskan, keterlibatan anak muda dalam politik memiliki pengaruh yang sangat besar.

“Kemampuan berpikir dan keberaniannya dalam bersikap dan bertindak,” terangnya.

Maka, dalam Pemilu 2024 kelak, anak muda seharusnya memilih calon pemimpin secara rasional dan tidak didasari dengan prinsip suka dan tidak suka terhadap individu calon tersebut.

Hal itu dapat ditempuh melalui proses analisa yang mendalam mengenai latar belakang calon pemimpin tersebut.

Baca juga: 691 Caleg 18 Parpol di Sulawesi Tenggara Bakal Bertarung Rebut 45 Kursi DPRD Sultra Pemilu 2024

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved