Menyapa Nusantara
Mentan: Kolaborasi Perkuat Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri dan petani berhasil perkuat stok beras nasional
Penulis: Content Writer | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Mentan-Amran-sebut-Kolaborasi-perkuat-stok-beras-tertinggi-sepanjang-sejarah.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BANTEN - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan petani berhasil memperkuat stok beras nasional hingga mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Amran ditemui di sela mengunjungi Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Serpong, di Tengerang, Banten, Senin mengatakan stok beras nasional saat ini mencapai 3,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka.
"Stok kita hari ini, detik ini, 3,8 juta ton. Dan itu kemungkinan akhir tahun mencapai 3,1 juta ton dan itu tertinggi selama merdeka. Nah ini kabar baik," kata Mentan Amran.
Menurutnya, pencapaian itu tidak lepas pula dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui penyederhanaan regulasi, peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram, serta penurunan harga pupuk 20 persen.
Selain dukungan kebijakan, kolaborasi lintas sektor seperti TNI, Polri, Kejaksaan, dan pemerintah daerah turut memperkuat program ketahanan pangan nasional secara nyata di seluruh daerah produksi.
"Terima kasih kepada TNI, luar biasa membantu kita sektor padi, dan juga kepolisian untuk jagung. Kemudian Kejaksaan, gubernur, bupati, PPL (penyuluh pertanian lapangan), Babinsa, Kepala Dinas (pertanian) seluruh Indonesia, provinsi dan kabupaten, juga kepada tim Kementerian Pertanian," tutur Amaran.
Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi tahun 2025 diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, naik 4,15 juta ton atau 13,59 persen dibanding tahun lalu, menjadi bukti peningkatan produktivitas pertanian nasional yang signifikan.
"Tetapi biasanya kalau BPS sudah umumkan, itu 95 persen itu tingkat kepastiannya di atas, minimal 95 persen (tercapai)," beber Amran.
Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk media dan penyuluh pertanian, yang terus berkontribusi melalui edukasi dan pengawasan di lapangan.
Dengan cadangan beras yang kuat, Indonesia diyakini tidak akan melakukan impor beras sepanjang 2025, menandai kemandirian pangan nasional yang semakin kokoh dan berkelanjutan.
"Jadi insya Allah tahun ini kita hampir pasti tidak ada impor. Sampai detik ini tidak ada impor. Saya yakin satu bu lan ke depan insya Allah tidak ada impor," tegas Amran.
Kementerian Pertanian menegaskan keberhasilan itu juga menjadi motivasi untuk terus memperluas lahan tanam, memperkuat irigasi, serta menjaga produksi beras berkelanjutan di masa mendatang.
(ANTARA/Muhammad Harianto/Senin, 3 November 2025)
| Subsidi Beras hingga Minyak Goreng Pangan Murah, Bupati Konawe Utara Target Beri Potongan 50 Persen |
|
|---|
| Harga Beras di Pasar Basah Mandonga Kendari Sulawesi Tenggara Turun, Rp13 Ribu per Liter |
|
|---|
| Update Harga Beras, Telur hingga Sayuran Akhir Pekan di Pasar Anduonohu Kendari Sulawesi Tenggara |
|
|---|
| Mentan Amran Naik Mesin Pemanen Ikut Panen Padi di Konawe, Anggarkan Rp12 Triliun Perbaikan Irigasi |
|
|---|