FAKTA Video Viral ABG Digoyang 5 Pria di Buton Selatan Diungkap Sang Ibu dan Keluarga "Saya Malu"
Fakta video viral ABG dirudapaksa lima pria di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya diungkap sang ibu dan keluarga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/rudapaksa-remaja.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUTON SELATAN - Fakta video viral ABG dirudapaksa lima pria di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya diungkap sang ibu korban beserta keluarga.
Sebelumnya, warga Busel, Sultra, dihebohkan beredarnya video rudapaksa yang diduga dilakukan lima orang terhadap seorang remaja perempuan berusia 14 tahun.
Setelah ditelusuri, terungkap kasus asusila tersebut terjadi pada Desember 2019 silam.
“Saya malu, saya tidak tahu, tahunya dari keluarga yang sampaikan bahwa anakku ini dirudapaksa. Anak saya tidak pernah cerita, dia mau cerita nanti setelah beredarnya itu video, dia bilang dia takut makanya dia tidak cerita,” kata ibu korban saat ditemui di rumahnya, Senin (2/11/2020).
Peristiwa memilukan ini terjadi ketika korban mengenal seorang pelaku melalui media sosial. Pelaku kemudian mengajak korban untuk pergi di acara keramaian pada malam hari.
“Setelah dijemput katanya mau jalan-jalan di sekitar desa, namun justru keluar dari kampung dan tersangka menghubungi temannya untuk standby di lokasi,” ujar seorang anggota keluarga korban lainnya, RM.
Korban dibawa pelaku ke belakang bangunan yang tidak terpakai. Tiba dilokasi, telah ada empat pelaku lainnya. Korban kemudian diancam dibunuh jika tidak mengikuti keinginan para pelaku.
Para pelaku kemudian melakukan aksi tak senonoh terhadap korban secara bersama-sama.
Bukan itu saja, para pelaku secara bergantian merekam aksi bejatnya dan mengeluarkan kata-kata yang tak pantas terhadap korban.
“Kejadiannya hampir sebelas bulan dan baru terungkap minggu lalu. Kita sudah melapor ke Polres Buton dan penyelidikan dan penyidikan sudah selesai dilakukan. Kami keluarga menunggu tertangkapnya pelaku,” ujar RM.
Menurut RM, para pelaku merupakan warga desa tetangganya, dan sering terjadi konflik antara kedua desa tersebut.
Sementara itu, Wakapolres Buton, Kompol La Umuri, mengatakan laporan keluarga korban sedang diselidiki. “Kita masih tetap berjalan untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka. Sudah beberapa malam, anggota sudah berjalan namun belum ada hasil,” ucap La Umuri.
Gadis Penjual Kerupuk
Seorang gadis remaja penjual kerupuk diduga dirudapaksa empat orang pria dewasa selama lima bulan terakhir. Korban berinisial TA (14), warga Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, itu melapor ke Polresta Bandar Lampung atas kejadian yang menimpanya.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bandar Lampung, Ahmad Apriliandi Passa yang mendampingi korban mengatakan, pihak keluarga korban sudah melapor dengan nomor laporan LP/B-1/2399/XI/2020/LPG/SPKT/Resta Balam pada 3 November 2020 kemarin.