Gold Cup Concacaf 2025
Prediksi Meksiko vs Arab Saudi Perempat Final Gold Cup 2025, Duel Strategi 2 Pelatih Kelas Dunia
Ajang Gold Cup 2025 atau Piala Teluk memasuki perempat final, tersaji pertandingan Meksiko vs Arab Saudi, Minggu (29/6/2025) kick off 09.15 WIB.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/prediksi-skor-Gold-Cup-2025-Meksiko-vs-Arab-Saudi.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Pertandingan menarik perempat final Gold Cup 2025, Timnas Meksiko vs Arab Saudi, Minggu (29/6/2025) kick off 09.15 WIB.
Meksiko vs Arab Saudi masing-masing diasuh oleh pelatih papan atas, yakni Javier Aguirre dan Herve Renard.
Skuad Meksiko melangkah ke babak gugur sebagai juara grup dengan catatan impresif. Berikut prediksi skor jelang duel ini.
Dari 3 laga, El Tri mengoleksi 7 poin hasil 2 kemenangan dan 1 hasil imbang, tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Baca juga: Update Manchester United: Manajemen Siapkan Tes Medis Bryan Mbeumo, Transfer Makin Dekat
Mencetak 5 gol dan hanya kebobolan 2 kali, mencerminkan keseimbangan serangan tajam dan pertahanan solid.
Laga terakhir fase grup berakhir 0-0 melawan Timnas Kosta Rika.
Namun hasil tersebut cukup, untuk menjaga status tak terkalahkan mereka.
Di bawah komando Aguirre, Meksiko tampil rapi dan terorganisir. Skema 4-3-3 andalannya membuat lini tengah mendominasi penguasaan bola.
Sambil tetap mengalirkan serangan dari sisi sayap. Kolektivitas dan keseimbangan taktik jadi senjata utama.
Menjadikan Meksiko salah satu favorit kuat di turnamen ini meraih gelar juara.
Sementara itu, Arab Saudi menempuh jalan yang lebih berliku menuju perempat final.
Baca juga: Mauricio Souza Ungkap Strategi Transfer Persija, Soal 4 Pemain Asing Eks Pelatih Madura Buka Suara
Finis runner-up grup 4 poin dari satu kemenangan, 1 imbang dan satu kekalahan.
Selisih gol 2:2 mencerminkan perjalanan, yang penuh tantangan namun masih menyimpan harapan.
Laga terakhir kontra Trinidad dan Tobago berakhir imbang 1-1, memperlihatkan potensi dan inkonsistensi tim asuhan Mancini.
Mantan pelatih Italia itu mencoba menanamkan gaya permainan berbasis penguasaan bola.