Prabowo Hadiri May Day 2025, Presiden ke-2 Dalam Sejarah Ikut Hari Buruh Sedunia usai 60 Tahun
Presiden RI Prabowo Subianto bakal menghadiri May Day 2025 atau Hari Buruh Sedunia. Jika tak ada kendala, Prabowo akan mencetak sejarah.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Presiden RI Prabowo Subianto bakal menghadiri May Day 2025 atau Hari Buruh Sedunia.
Jika tak ada kendala, Prabowo akan mencetak sejarah sebagai Presiden RI kedua yang hadir dalam peringatan akbar para pekerja di seluruh dunia itu.
Prabowo Subianto juga dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya.
Sebanyak 150.000 buruh diperkirakan hadir memadati Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis 1 Mei 2025.
Sementara pada 60 tahun lalu, Presiden RI Bung Karno menjadi sosok orang nomor satu Indonesia yang datang merayakan May Day bersama para buruh.
Hal ini disampaikan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat dalam konferensi pers di Kantor Sekretariat DPP KSPSI, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025).
"Ini peristiwa bersejarah setelah 60 tahun lalu, Presiden RI Bung Karno hadir dalam acara Hari Buruh," katanya dikutip dari Tribunnews.com.
Sejauh ini, Presiden pertama RI Soekarno adalah satu-satunya kepala negara yang pernah menghadiri peringatan Hari Buruh Sedunia.
Baca juga: Video Viral Presiden Prabowo Subianto Sapa Pilot Pesawat Tempur Yordania, Diperlakukan Istimewa
Ia hadir dalam peringatan May Day 1965. Perhelatan akbar itu digelar di Gelora Bung Karno (GBK).
Kini setelah 60 tahun berlalu, kehadiran Prabowo Subianto akan mencetak sejarah.
Di mana, dirinya menjadi presiden kedua yang akan menghadiri May Day di tahun 2025.
Menurut Jumhur, ini menjadi peristiwa langka dan punya keberulangan 60 tahun sekali.
"Ini kejadian yang berulangnya 60 tahun sekali. Terakhir itu Bung Karno 1 Mei tahun 1965. Jadi sekarang 1 Mei 2025 kembali Presiden Indonesia resmi berpidato di hadapan kaum buruh di Indonesia," katanya.
Selain itu, Jumhur menyebut hal ini menjadi bukti Prabowo Subianto selaku kepala pemerintahan tertinggi sekaligus pemegang kekuasaan amat berarti bagi kaum buruh.
"Peringatan ini terasa sangat berbeda dengan peringatan-peringatan sebelumnya," terang Jumhur.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.