Berita Wakatobi
Posepaa, Permainan Tradisional Warisan Budaya Liya Wakatobi Sulawesi Tenggara saat Hari Raya Islam
Satu di antara tradisi yang masih bertahan di Liya Wakatobi Sulawesi Tenggara dan terus menarik perhatian adalah permainan tradisional Posepaa.
Penulis: Dian Sasmita | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Suasana-meriah-di-gerbang-Masjid-Albarok-Liya-Wakatobi-Sulawesi-Tenggara-lihat-Posepaa.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, WAKATOBI - Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Liya di Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap menjaga tradisinya.
Satu di antara tradisi yang masih bertahan dan terus menarik perhatian adalah Posepaa.
Permainan tradisional ini menguji ketangkasan, keberanian, serta kekompakan antar peserta.
Posepaa bukan sekadar permainan biasa, Ini adalah pertarungan kehormatan yang dimainkan dengan cara saling menendang tanpa menggunakan tangan.
Permainan ini tidak hanya mempertontonkan aksi fisik, tetapi juga strategi dan ketahanan mental.
Posepaa hanya dijumpai dua kali dalam setahun yaitu pada Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Iduladha.
Posepaa dimulai selesai Salat Id, dan berakhir sebelum solat zuhur.
Baca juga: Momen Warga Muna Sulawesi Tenggara Gelar Haroa Usai Salat Id, Sebut Sudah Kebiasaan Setiap Lebaran
Itulah salah satu alasan banyak perantau asal Liya, pulang kampung untuk menyaksikan Posepaa.
‘’Selain untuk bertemu keluarga besar, menyaksikan Posepaa adalah alasan kami untuk pulang kampung," ucap seorang warga, Iti.
Posepaa dimainkan dalam dua kelompok besar, yaitu Amai Wawo (Timur) dan Amai Woru (Barat).
Setiap pasangan dalam kelompok ini harus tetap berpegangan tangan sambil menghadapi tantangan dari lawan.
Tim yang berhasil bertahan dengan pasangan tetap utuh hingga akhir akan keluar sebagai pemenang.(*)
(TribunnewsSultra.com/Dian Sasmita)