Film Dokumenter No Other Land Karya Sutradara yang Ditahan Pasukan Israel Bakal Tayang Lebaran

Film dokumenter No Other Land karya sutradara yang ditahan pasukan Israel bakal tayang lebaran Idul Fitri 2025 dijadwalkan tayang di KlikFilm.

Tangkapan layar Trailer YouTube Dogwoof
PALESTINA- Film dokumenter No Other Land karya sutradara yang ditahan pasukan Israel bakal tayang lebaran Idul Fitri 2025. Film tersebut dijadwalkan tayang di KlikFilm mulai 1 April 2025 atau 1 Syawal 1446 Hijriah. Saat sang sutradara Hamdan Ballal ditahan, film ini pun menuai kontroversi. Film garapannya itu mendapat Best Documentary Feature di Academy Awards ke-97. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM- Film dokumenter No Other Land karya sutradara yang ditahan pasukan Israel bakal tayang lebaran Idul Fitri 2025. 

Film tersebut dijadwalkan tayang di KlikFilm mulai 1 April 2025 atau 1 Syawal 1446 Hijriah. 

Saat sang sutradara Hamdan Ballal ditahan, film ini pun menuai kontroversi. 

Film garapannya itu mendapat Best Documentary Feature di Academy Awards ke-97. 

No Other Land merupakan hasil kolaborasi antara aktivis dan jurnalis Palestina serta Israel, termasuk Basel Adra, Hamdan Ballal, Yuval Abraham, dan Rachel Szor.

Trailer yang telah dirilis pada tahun lalu, menampilkan kondisi kehidupan di Masafer Yatta, Tepi Barat.

Baca juga: Pemain Film Komang Ungkap Tantangan Syuting Kisah Nyata Raim Laode saat Premiere di Kota Kendari

Masafer Yatta adalah kumpulan 19 dusun di Tepi Barat selatan, Palestina. Dusun-dusun ini terletak di Perbukitan Hebron Selatan, di Provinsi Hebron. 

Dalam dokumenter ini digambarkan mengenai realitas kehidupan masyarakat setempat. 

Dengan segala tantangan yang dihadapi tidak hanya kehidupan sosial yang terganggu namun ancaman penggusuran oleh otoritas Israel.

Ballal dan kawan-kawan mengajak penonton melihat perjuangan masyarakat Palestina bertahan. 

Tak hanya bertahan untuk tetap hidup, tapi memperjuangkan tanah air mereka. 

Tayang di Indonesia

Spesialnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang turut menayangkan film ini. 

Setelah penayangan perdananya di Berlin International Film Festival 2024 dan berbagai festival film internasional lainnya. 

Penayangan film ini di Indonesia diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai situasi di Palestina dan mendorong solidaritas global terhadap perjuangan masyarakat di Masafer Yatta.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved