Selasa, 2 Juni 2026

Berita Sulawesi Tenggara

1.000 Bibit Mangrove Ditanam Perum Bulog Bareng LDC FPIK UHO di Desa Tapulaga Konawe Cegah Abrasi

Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh Perum Bulog

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Amelda Devi Indriyani
zoom-inlihat foto 1.000 Bibit Mangrove Ditanam Perum Bulog Bareng LDC FPIK UHO di Desa Tapulaga Konawe Cegah Abrasi
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)
PENANAMAN MANGROVE : Perum Bulog bersama Langkoe Diving Club (LDC) UHO Kendari menanam 1.000 bibit mangrove di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sabtu (15/2/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Bulog Hijau yang berfokus pada konservasi lingkungan, khususnya kawasan pesisir. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh Perum Bulog, Sabtu (15/2/2025).

Aksi peduli lingkungan ini berkolaborasi dengan Langkoe Diving Club (LDC), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Bulog Hijau yang berfokus pada konservasi lingkungan, khususnya kawasan pesisir.

Manajer TJSL Perum Bulog, Tri Augusta mengatakan penanaman mangrove ini merupakan salah satu program keberlanjutan lingkungan yang dijalankan di berbagai daerah.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilakukan di Bali, Malang, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan kini di Sulawesi Tenggara.

“Hari ini kami berkolaborasi dengan LDC UHO Kendari dalam penanaman 1.000 bibit mangrove sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan,” kata Tri Augusta.

Tri menjelaskan alasan pemilihan mangrove sebagai bagian dari program ini, yakni sebagai langkah untuk membantu mengurangi emisi karbon di berbagai daerah.

Baca juga: Ritel Produk Kecantikan di Kota Kendari Ikut Inisiasi Penanaman Ratusan Bibit Mangrove di Tapulaga

Selain itu, untuk mencegah abrasi pantai dan menjaga ekosistem mangrove di wilayah pesisir.

“Dengan menanam mangrove, kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, khususnya dalam menjaga ekosistem pesisir,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LDC FPIK UHO Kendari, Anang mengatakan kegiatan ini sangat membantu dalam pelestarian ekosistem mangrove di Desa Tapulaga, terutama di tengah maraknya pembangunan di kawasan pesisir.

Penanaman ini menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir dan mendukung kehidupan masyarakat yang bergantung pada lingkungan sekitar

“Penanaman mangrove ini diharapkan tidak hanya menjadi langkah awal dalam menjaga kelestarian pesisir, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekologis dan ekonomi dalam jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved