Sidang Guru Viral di Konawe Selatan
PGRI Panjat Pagar Paksa Masuk PN Andoolo Konawe Selatan di Sidang Pertama Kasus Guru Aniaya Murid SD
Inilah momen anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) saat berusaha masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Andoolo
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/PGRI-Konsel-Panjat-Pagar-Paksa-Masuk-ke-PN-Andoolo-Saat-Sidang-Pertama-Guru-Aniaya-Murid.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah momen anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) saat berusaha masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Andoolo dengan memanjat pagar, Kamis (24/10/2024).
Momen tersebut terjadi saat Pengadilan Negeri Andoolo menggelar sidang perdana untuk guru honorer SD Konsel, Supriyani yang diduga menganiaya muridnya.
Sidang perdana ini menarik banyak perhatian warga Sulawesi Tenggara (Sultra), termasuk PGRI Konawe Selatan, PGRI Kota Kendari yang turut mengawal sidang ini, dengan datang berbondong-bondong di PN Andoolo.
Sehingga, akses masuk di PN Andoolo dibatasi, karena kapasitas ruang yang tidak mencukupi untuk menampung semua warga yang datang, dan pengamanan juga diperketat.
Namun, sejumlah anggota PGRI yang tidak diperkenankan masuk tidak dapat menahan keinginan mereka untuk menyaksikan jalannya persidangan.
Akhirnya, mereka memilih untuk menerobos masuk dengan memanjat pagar PN Andoolo, yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Baca juga: Deretan Poster PGRI saat Aksi Demonstrasi Sidang Perdana Supriyani PN Andoolo Konsel Sultra
Aksi panjat pagar ini juga diikuti oleh teriakan-teriakan dukungan dan tuntutan agar pengadilan berlaku adil terhadap Supriyani.
“Bebaskan Supriyani,” teriak anggota PGRI yang hadir.
Sementara itu, aparat keamanan yang bertugas di lokasi berusaha menenangkan massa yang semakin emosional dan berusaha masuk.
Meskipun beberapa kali terjadi aksi dorong-dorong pagar PN Andoolo, situasi tidak sampai berkembang menjadi kekerasan fisik, tetapi berjalan dengan damai. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)