Jumat, 15 Mei 2026

Sidang Guru Viral di Konawe Selatan

Deretan Poster PGRI saat Aksi Demonstrasi Sidang Perdana Supriyani PN Andoolo Konsel Sultra

Poster PGRI saat demonstrasi di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (24/10/2024).

Tayang:
zoom-inlihat foto Deretan Poster PGRI saat Aksi Demonstrasi Sidang Perdana Supriyani PN Andoolo Konsel Sultra
Apriliana Suriyanti
Inilah deretan poster PGRI se-Sulawesi Tenggara (Sultra) saat aksi demonstrasi di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kamis (24/10/2024). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Deretan poster PGRI se- Sulawesi Tenggara (Sultra) saat aksi demonstrasi di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kamis (24/10/2024).

PGRI se-Sultra ikut mengawal persidangan guru Supriyani di PN Andoolo, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konsel, Provinsi Sultra.

Pantauan TribunnewsSultra.com, sekira pukul 9.29 WITA ratusan massa aksi terdiri guru dan masyarakat berkumpul di PN Andoolo.

Tampak mereka menyampaikan dukungan, kepada Supriyani di depan Kantor PN Andoolo yang dijaga ketat TNI-Polri dan Satpol PP.

Baca juga: Aksi Damai Jelang Sidang Perdana Guru Honorer, Ketua PGRI Konsel Minta Supriyani Bebas Tanpa Syarat

Ratusan guru tersebut kompak mengenakan seragam PGRI, sambil membawa selebaran poster bertuliskan kalimat dukungan hingga sindiran.

Poster-poster tersebut kebanyakan terbuat dari kertas karton, dengan warna beragam dan ditulis tangan para guru.

Baca juga: Guru-guru Rela Panas-panasan Saat Aksi Damai Sidang Perdana Supriyani di PN Andoolo Konawe Selatan

Adapun isi poster tersebut antara lain 'Save Guru, Save Supriyani', 'Honorer Itu Disejahterakan Bukan Dipenjarakan'.

'Guru adalah pelita, kalau kau padamkan maka kamu nanti akan tersesat'.

Kemudian 'Cukup hatiku saia yang terpenjara... Bu Guru jangan... #savebugurusupriyani', 'Apami itu, ramemi to!!!'.

'Jangan seenaknya dengan guru', 'Jadi polisi karena guru, baru ko polisikan guru, bagaimana itu!!!'.

'Stop!!! Kriminalisasi guru', 'Ingat sehebat apapun saat ini dirimu karena guru', dan 'Guru perlu diselamatkan ketika mereka disudutkan'.

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved