Berita Wakatobi

Owner Cahaya Moy Salon di Wangiwangi Wakatobi Bagikan Takjil Pakai Busana Adat, Bak Bikin Hajatan

Berikut ini momen unik, Owner Cahaya Moy Salon, Beanur di Kabupten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) bagikan takjil kepada pengendara jalan.

Dokumentasi Cahaya Moy Salon
Berikut ini momen unik, Owner Cahaya Moy Salon, La Ode Beanur di Kabupten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) bagi-bagi takjil kepada pengendara jalan. Aksi bagi-bagi takjil ini dibagikan tepat di depan Cahaya Moy Salon di Kelurahan Mandati 3, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi, Sultra, Kamis (21/3/2024). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM- Berikut ini momen unik, Owner Cahaya Moy Salon, La Ode Beanur di Kabupten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) bagi-bagi takjil kepada pengendara jalan.

Aksi bagi-bagi takjil ini dibagikan tepat di depan Cahaya Moy Salon di Kelurahan Mandati 3, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi, Sultra, Kamis (21/3/2024).

Pada kesempatan tersebut, Beanur mengajak seluruh karyawannya untuk bagi-bagi takjil kepada pengendara jalan.

Dalam unggahan live Facebook yang dibagikan Beanur melalui akun Cahaya Moy Salon Wakatobi, terlihat karyawan salonnya mengenakan busana adat khas pengantin Buton.

Ada pula pakaian adat khas Karia'a (pingit) yang dikenakan karyawan.

Beanur dan karyawannya berjejer di hadapan ratusan gelas es buah yang dibagikan.

Mulai dari pengendara motor hingga mobil mampir mengambil takjil yang dibagikan secara gratis itu.

Baca juga: Dari Jadi Guru Honorer Hingga Buka Jasa Rebonding Keliling, Beanur Asal Wakatobi Sukses Bisnis Salon

Iringan musik gong khas Wakatobi terdengar seperti sebuah hajatan adat yang digelar, menambah keseruan momen bagi-bagi takjil itu.

Mereka berjoget setelah 200 takjil habis dibagikan.

Diungkapkan Beanur kepada TribunnewsSultra.com, Jumat (22/3/2024) momen bagi-bagi takjil ini adalah agenda tahunan yang dilakukannya.

Namun pada Ramadan kali ini cukup berbeda, karena ia mengusung konsep khas pakaian adat Wakatobi dan Buton.

Bahkan ia mendandani semua karyawannya seperti sedang menggelar hajatan.

"Bagi-bagi takjil itu suda kebiasaan saya dlm menyambut bln suci Ramadan setiap tahun," jelasnya.

Selain itu, ia pun ingin menampilkan deretan koleksi pakaian adat kepada masyarakat di Pulau Wangiwangi.

"Dan menggunakan baju ada ini ingin membuat konsep yang lebih unik dan ingin menperkenalkn baju-baju (adat) yang ada dalam salon saya. Ini pastinya lain dari pada yang lain," tuturnya.

Selain itu, ia pun merasa bersyukur atas antusias masyarakat yang turut serta semangat saat momentum tersebut.

"Tidak sampai satu jam semua ludes, kita bawa ke masjid juga sebagian," jelasnya.

(*)

(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved