Minggu, 10 Mei 2026

Banjir di Kota Kendari Sultra

Pemerintah Kota Kendari Bantah Kabar Pejabat Karaokean saat Terjadi Banjir

Pemerintah Kota atau Pemkot Kendari membantah adanya kabar pejabat Kota karaokean saat terjadi banjir pada Rabu (6/3/2024) malam.

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Amelda Devi Indriyani
zoom-inlihat foto Pemerintah Kota Kendari Bantah Kabar Pejabat Karaokean saat Terjadi Banjir
(Tribunnewssultra.com/Dewi Lestari)
Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Kota Kendari, Nismawati. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota atau Pemkot Kendari membantah adanya kabar pejabat Kota karaokean saat terjadi banjir pada Rabu (6/3/2024) malam.

Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Kota Kendari, Nismawati mengatakan karaokean yang dimaksud tersebut merupakan kegiatan lurah idol, yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dalam Pasar Kreatif.

Lurah idol ini juga dirancang Dekranasda Kota Kendari, jauh sebelum terjadinya banjir.

"Saya tahu ini kegiatan telah dirancang atau rapatnya sudah dari jauh hari, karena saya juga merupakan anggota Dekranasda Kota Kendari," kata Nismawati saat ditemui Tribunnewssultra.com, Kamis (7/3/2024).

Nismawati menyampaikan kegiatan Lurah Idol ini sebenarnya merupakan salah satu cara untuk menarik masyarakat datang di Pasar Kreatif.

Di mana, pasar kreatif ini diselenggarakan untuk menekan inflasi di Kota Kendari, dan juga membantu masyarakat karena bahan pangan yang dijual dibawah harga pasar.

"Saya bisa pastikan bahwa tidak ada Kepala Dinas yang hadir saat kegiatan Lurah Idol tadi malam, bahkan Lurah yang hadir saja merupakan lurah yang memiliki jadwal menyanyi," tuturnya.

Baca juga: Dinas Sosial Sultra Buka Dapur Umum di Kampung Salo Kendari, Bantu Warga Terdampak Banjir

Kata dia, para OPD seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP hingga semua lurah kecuali yang tampil di Lurah Idol, itu semuanya turun di lapangan untuk mengecek warga yang terdampak banjir.

Sebab, saat banjir pertama di tahun ini, Sekretaris Daerah Kota Kendari telah mengimbau kepada Lurah dan Camat untuk tetap siaga di wilayah masing-masing, dengan membuka posko.

"Jadi jika Pemkot dikatakan tidak respon cepat, itu harus diperbaiki, karena tidak benar. Tentu Pj Wali Kota maupun Sekda Kota Kendari sangat respon. Hanya saja kadang orang menganggap bahwa Pemkot itu hanya Pj Wali Kota dan Sekda, padahal RT, RW, dan lurah juga merupakan bagian dari Pemkot," jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved