Berita Konawe Selatan

Keluarga Wanita yang Meninggal Dunia di Konawe Selatan Kecewa Laporan Polisi Belum Ada Kejelasan

Keluarga wanita korban rudapaksa yang meninggal dunia kecewa atas lambatnya proses pengungkapan kasus yang dilaporkan ke Polda Sultra.

Penulis: Sugi Hartono | Editor: Sitti Nurmalasari
handover
Keluarga wanita korban rudapaksa yang meninggal dunia kecewa atas lambatnya proses pengungkapan kasus yang dilaporkan ke Polda Sultra. Pasalnya, keluarga wanita asal Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara sudah melaporkan kejadian tersebut pada September 2023 yang lalu. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Keluarga wanita korban rudapaksa yang meninggal dunia kecewa atas lambatnya proses pengungkapan kasus yang dilaporkan ke Polda Sultra.

Pasalnya, keluarga wanita asal Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara sudah melaporkan kejadian tersebut pada September 2023 yang lalu.

Namun, hingga korban meninggal dunia pada Minggu (3/3/2024), laporan tersebut belum ada kejelasan.

"Jujur saya sangat kecewa terhadap laporan kami yang belum mempunyai kejelasan," ujar kakak korban berinisial AR, Selasa (5/3/2024).

AR mengatakan sejak adiknya berinisial F melapor kepada orangtuanya sudah dirudapaksa, ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada PPA Polda Sultra.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Wanita di Konawe Selatan Ngaku Dirudapaksa 2 Kali, Keluarga Sudah Lapor Polisi

Laporan tersebut teregister dengan nomor aduan LP/B/346/IX/2023/SPKT Polda Sultra tanggal 23 September 2023.

Laporan tersebut dibuat dan ditandatangani oleh F.

Usai melapor, polisi telah melakukan visum kepada korban.

Hanya saja, sampai korban meninggal dunia, keluarga tidak pernah melihat hasil visum tersebut.

AR bercerita adiknya sempat mengalami gangguan mental.

Baca juga: Detik-detik Jenazah Wanita di Konawe Selatan Dievakuasi ke RS Bhayangkara Kendari Pakai Perahu Kayu

"Tapi pada saat itu kami lakukan perawatan, dan kondisinya masih baik, kami kontrol terus di RSJ," katanya.

Setelah korban mengadu kepada orangtuanya sudah dua kali dirudapaksa, korban menjadi tertutup dan tertekan.

"Sampai dia bilang tidak adami lagi harganya, sudah kotor, intinya dia tertekan," jelasnya.

Ditambah lagi korban sering melihat orang yang memperkosanya lewat di depan rumahnya.

"Biasa dia lari terus masuk ke dalam kamar," ujarnya.

Baca juga: Wanita di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved