Niat dan Doa Buka Puasa Ramadhan Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya
Tidak lama lagi umat Islam di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1445 Hijriah atau 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Ilustrasi-mengqadha-puasa-Ramadhan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Tidak lama lagi umat Islam di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1445 Hijriah atau 2024.
Tahun ini, puasa Ramadhan akan tiba lebih cepat di awal tahun. Berdasarkan kalender Kementerian Agama RI, 1 Ramadhan 1445 Hijriah diperkirakan bertepatan dengan tanggal 12 Maret 2024.
Penetapan tersebut lebih cepat dibandingkan pelaksanaan puasa Ramadhan di tahun 2023 lalu, yakni 23 Maret 2023.
Namun penetapan 1 Ramadhan di tahun 2024 ini masih belum pasti, karena biasanya pemerintah menetapkan 1 Ramadhan pada sidang isbat.
Sehingga jika dihitung mulai hari ini, Kamis (15/2/2024) maka 1 Ramadhan tidak cukup 30 hari lagi atau tersisa 26 hari.
Puasa Ramadhan menjadi ibadah wajib bagi umat Islam.
Baca juga: 5 Amalan Bulan Syaban, Persiapkan Diri Sambut Puasa Ramadhan
Kewajiban berpuasa bagi umat muslim termaktub di dalam firman Allah dalam Surat Al-Baqarah Ayat 183.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).
Pada ayat 184, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman bagaimana kewajiban puasa Ramadhan ini dapat ditangguhkan bagi orang yang sakit. Namun orang itu diwajibkan menggantinya di hari lain. Allah berfirman,
أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 184).
Baca juga: Amalan Sunnah Penambah Pahala Selama Puasa Ramadhan, Bacaan Niat dan Doa Berbuka Puasa
Niat Puasa Ramadhan
Niat puasa penting untuk dibaca karena merupakan salah satu rukun dalam ibadah puasa.
Melansir sulbar.kemenag.go.id, seseorang yang tidak berniat berpuasa, maka puasanya tidak sah.
Niat yang tidak terucap di mulut, tetapi terbesit dalam hati itu dianggap sah.
Hanya saja pelafazan niat di mulut dapat membantu konsentrasi hati.
Ini berarti hukum mengucapkan niat di mulut tidak wajib, tapi sunnah.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Baca juga: Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan, Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan, Serta Hal yang Batalkan Puasa
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, untuk memenuhi kewajiban karena Allah Ta’ala.” (Shafira Amalia, ed: Nashih).
Semoga Allah Subhanahu wata'ala melimpahkan berkah kepada kita semua di bulan suci Ramadan. Aamiin.
Bacaan Doa Berbuka Puasa
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.
Artinya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih."
Wallahu A'lam Bishawab
(Tribunnews.com)(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.