Doa dan Amalan Harian
Ketentuan Qadha Puasa Ramadhan dan Bacaan Niat Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan
Qadha puasa Ramadhan menjadi wajib dilakukan oleh umat Muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur tertentu.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-puasa.jpg)
Adapun mengenai wajib tidaknya atau qadha puasa dilakukan secara berurutan, ada dua pendapat, yaitu:
1. Menyatakan bahwa jika hari puasa yang ditinggalkannya berurutan maka qadha harus dilaksanakan secara berurutan pula, lantaran qadha merupakan pengganti puasa yang telah ditinggalkan.
2. Menyatakan bahwa pelaksanaan qadha puasa tidak harus dilakukan secara berurutan, lantaran tidak ada satu pun dalil yang menyatakan qadha puasa harus berurutan.
Dengan demikian, qadha puasa tidak wajib dilakukan secara berurutan.
Namun dapat dilakukan dengan leluasa, kapan saja dikehendaki. Boleh secara berurutan, boleh juga secara terpisah.
Baca juga: 7 Doa Bepergian Dibaca Mulai Keluar Rumah agar Dilindungi Allah dan Merasa Tenang Selama Perjalanan
Niat Qadha Puasa Ramadhan
Mereka yang meninggalkan puasa di bulan Ramadhan harus mengganti puasa wajib tersebut di luar bulan Ramadhan.
Mereka yang mengqadha puasa Ramadhan juga wajib memasang niat puasa qadhanya di malam hari, setidaknya menurut Mazhab Syafi’i.
Adapun berikut ini adalah lafal niat qadha puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Semoga Allah menerima uzur dan qadha puasa Ramadhan kita.
Baca juga: Cara Niat Khatam atau Khotmil Quran Agar Konsisten, Lengkap Doa Sesudah Membaca 30 Juz Al Quran
Kapan batas kita masih bisa mengqadha puasa Ramadhan?
Dilansir dari laman konsultasisyariah.com, ada hadis yang melarang melakukan puasa setelah masuk pertengahan bulan sya’ban.