Berita Kendari
Sejumlah UMKM di Kendari Sultra Enggan Berjualan Gegara Imbas Kelangkaan Tabung Gas Elpiji
Sejumlah UMKM di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara atau Sultra memutuskan tak berjualan beberapa hari terakhir ini gegara kelangkaan gas elpiji.
Penulis: Naufal Fajrin JN | Editor: Desi Triana Aswan
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sejumlah UMKM di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara atau Sultra memutuskan tak berjualan beberapa hari terakhir ini.
Hal itu menyusul langkanya tabung gas elpiji sejak beberapa hari lalu.
Keputusan itu salah satunya datang dari salah seorang pemilik UMKM di kawasan Pasar Lawata Kendari.
Eni mengaku terdampak atas kelangkaan gas elpiji tersebut.
"Susah, kalaupun ada yang jual itu gas bisa sampai Rp 60 ribu," ungkapnya kepada TribunnewsSultra.com, Rabu (25/10/2023).
Tak hanya itu, Eni, seorang pedagang kue tradisional mengaku sudah 3 hari tak berjualan.
Keluhannya pun sama, ia bahkan sempat berkeliling hampir di beberapa sudut Kota Kendari hanya untuk mencari tabung gas elpiji.
Baca juga: BREAKING NEWS 4 Pria Diduga Curi Tabung Gas di Kendari Sulawesi Tenggara Kini Dibekuk Polisi
Akan tetapi, ia tak kunjung mendapatkan gas elpiji tersebut.
Untuk diketahui, kelangkaan tabung gas elpiji itu disebabkan terbakarnya Stasiun Pengisian Bulk Elpiji atau SPBE di Kabupaten Konawe beberapa waktu lalu.
Hal itu dibenarkan Senior Supervisor Comrel PT Pertamina Regional Sulawesi, Romi Bachtiar saat dihubungi TribunnewsSultra.com, Selasa (24/10/2023) kemarin.
Ia mengatakan, usai terbakarnya SPBE itu, pihaknya lalu berupaya mengalihsuplai ke beberapa SPBE untuk memenuhi kebutuhan agen dan pangkalan LPG di wilayah Sultra.
"Dengan beroperasinya satu SPPBE di Kolaka ini merupakan recovery produksi LPG 3 Kg dari SPBE sebelumnya yang terkena musibah kebakaran," jelas Romi Bachtiar.
(*)
(TribunnewsSultra.com/Naufal Fajrin JN)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.