Berita Kendari
Kasus ISPA di Kota Kendari Sulawesi Tenggara Capai 10.850 Kasus Periode Januari-September 2023
Kasus penyakit infeksi saluran pernafasan akut ( ISPA ) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencapai tahun 2023 mencapai 10.850 kasus.
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Kepala-Bidang-Pencegahan-dan-Pengendalian-Penyakit-P2P-Dinas-Kesehatas-Kota-Kendari-Elfi.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kasus penyakit infeksi saluran pernafasan akut ( ISPA ) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencapai 10.850 kasus priode Januari-September 2023.
Hal tersebut disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kendari, Ellfi kepada Tribunnewssultra.com, Selasa (24/10/2023).
Jumlah tersebut berasal dari tiga kategori yakni usia 5-8 tahun, 9-59 tahun dan 60 tahun ke atas.
"Dari ketiga kategori tersebut, ISPA paling banyak menyerang usia produktif atau yang lebih sering beraktivitas."
Baca juga: Emak-emak Nelayan Produktif di Bungkutoko Kendari Bikin Olahan Ikan Lebih Menarik, Begini Resepnya
"Paling banyak 9-59 tahun, sekira 7.208 kasus," kata Ellfi.
Kasus ISPA ini setiap tahunnya di Kota Kendari selalu masuk dalam kategori penyakit terbesar.
Sehingga harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan diri terhadap penyakit ISPA, terlebih dikondisi cuaca ekstrim seperti sekarang ini.
Adapun tindakan pencegahannya yakni, jika tidak ada urusan diluar ruangan, maka sebaiknya tetap berada di dalam ruangan.
Baca juga: UPDATE Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik Bergilir di Sulawesi Tenggara 24 Oktober 2023
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya paparan yang lebih besar antara debu dan cahaya matahari.
"Kemudian perbanyak minum air putih, gunakan pakaian yang nyaman dan lebih menyerap keringat. Lalu tingkatkan imunitas tubuh dengan kelola stres," tuturnya.
Kata dia, untuk terhindar dari ISPA juga perbanyak makan makanan yang sehat, kurangi konsumsi makanan cepat saji dan konsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin dan mineral.
"Sebisa mungkin konsumsi makanan yang dibuat sendiri, bergizi dan seimbang," jelasnya (*)
(Tribunnewssultra.com/Dewi Lestari)