Sultra Memilih

Sosok Wa Ode Nurhayati, Satu-satunya Perempuan Jadi Ketua DPD Partai Politik di Sulawesi Tenggara

Inilah sosok Wa Ode Nurhayati, satu-satunya perempuan jadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Politik di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
Dokumentasi TribunnewsSultra
Inilah sosok Wa Ode Nurhayati, satu-satunya perempuan jadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Politik di Sulawesi Tenggara (Sultra). Wa Ode Nurhayati atau WON sapaannya merupakan seorang politisi yang berasal dari Kepulauan Buton, yang kini tengah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sultra. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah sosok Wa Ode Nurhayati, satu-satunya perempuan jadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Politik di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Wa Ode Nurhayati atau WON sapaannya merupakan seorang politisi yang berasal dari Kepulauan Buton, yang kini tengah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sultra.

Sejak masih berstatus mahasiswa, WON telah aktif menjadi aktivis kampus, dan memutuskan terjun ke dunia politik sejak tahun 2009.

Lahir dari lingkungan pedagang kaki lima, tidak menjadikan WON menyerah untuk berpolitik, karena baginya uang dan kekuasaan bukan penentu seseorang layak atau tidak dalam berpolitik.

"Jangan mengedepankan uang dan menjadikannya sebagai pamungkas untuk mengajari buruk masyarakat, bahwa seolah-olah wakil rakyat hadir untuk dipilih karena punya banyak uang," kata Wa Ode Nurhayati, Rabu (11/10/2023).

Baca juga: Ketua DPD Partai Hanura Sultra Wa Ode Nurhayati Nyatakan Siap Maju Pilgub Sulawesi Tenggara 2024

Uang dan kekuasaan bukan penentu terpilihnya seseorang menjadi wakil rakyat, dibuktikan WON pada tahun 2009, di mana ia menjadi salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Bahkan ketika terpilih menjadi wakil rakyat di Senayan, Wa Ode Nurhayati tidak mengeluarkan uang sepersen pun di malam hari pemilihan untuk masyarakat Sultra.

"Namun bangunan konstruksi money politik itu hanya dibangun oleh segelintir politisi saja, untuk mematikan lawan politik yang sekiranya berpotensi menang tanpa uang," tuturnya.

Kata dia, bergabung di Partai Hanura karena hanya Partai Hanura yang mau menerimanya tanpa melihat ataupun bertanya terkait latar belakang WON.

Ia bahkan langsung diamanahi sebagai Ketua DPD PHanura. Sehingga dengan penerimaan dan kepercayaan yang diberikan Partai Hanura, WON tidak akan meninggalkan Partai Hanura.

Baca juga: DPD Hanura Sultra Target Mempertahankan 21 Kursi Legislatif se-Sulawesi Tenggara di Pileg 2024

"Bagi politisi, khususnya saya sebagai perempuan Buton sangat menjunjung tinggi yang namanya moral politik, di mana moral politik itu tidak melulu tentang kepentingan di atas segalanya, tapi yang terpenting adalah pengabdian," ujarnya.

Presidium Forhati Nasional ini juga selalu menyampaikan kepada kader Partai Hanura, jika Partai Hanura tidak dilandaskan dengan hati nurani, maka bagaimana akan membahas hati nurani di luar partai.

"Bangun daerah dengan hati nurani adalah yang sangat substansial bagi saya, dan Partai Hanura tengah menggelorakan itu," jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved