Berita Kendari
Sebanyak 8.300 Mahasiswa Baru Kampus UHO Kendari Periode 2023 Ikuti Upacara Penyambutan
Ada 8.300 mahasiswa baru resmi diterima menempuh pendidikan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)..
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/mahasiswa-baru-Universitas-Halu-Oleo-2023.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 8.300 mahasiswa baru resmi diterima menempuh pendidikan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Peresmian ribuan mahasiswa baru tersebut dikukuhkan melalui upacara penyambutan mahasiswa baru UHO Kendari periode 2023/2024, Senin (4/9/2023).
Upacara penyambutan mahasiswa baru ini berlangsung di Lapangan Latihan Sepakbola UHO Kendari, yang berada di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Pantauan TribunnewsSultra.com, ribuan mahasiswa baru mengikuti upacara, mengenakan topi kerucut dengan warna yang telah ditentukan oleh Fakultas masing-masing.
Baca juga: Ini Manfaat Kurikulum Merdeka Bagi Siswa SD dan SMP, Dibagikan Mahasiswa KKN Tematik UHO Kendari
Beberapa Jurusan juga terlihat mengenakan name tag yang terbuat dari kerdus, kemudian dikalungkan di leher.
Para mahasiswa baru pun terlihat sangat antusias, hal tersebut terdengar dari bunyi yel-yel yang saling sahut menyahut di lapangan.
Rektor UHO Kendari, Prof Muhammad Zamrun Firihu mengatakan jumah mahasiswa baru yang resmi diterima sebanyak 8.300 mahasiswa yang berasal dari D3, S1, S2 dan S3.
Baca juga: Fakultas MIPA UHO Kendari Gaet Karang Taruna Desa Abenggi Konsel Kembangkan Pepaya California
"Tiap tahun memang rata-rata yang selalu kita terima sebanyak 8000-an mahasiswa," kata Prof Muhammad Zamrun Firihu, Senin (4/9/2023).
UHO ini merupakan institusi yang didalamnya diatur oleh peraturan perundang-undangan.
Sehingga Prof Zamrun berharap bahwa mahasiswa baru agar mempelajari terlebih dahulu aturan yang ada di UHO, agar nantinya tidak salah jalan dalam beraktivitas akademik maupun non akademik.
"Kalau sudah paham aturan, mereka bisa merencanakan kuliah dan aktivitas diluar kuliah agar tetap balance. Sehingga kegiatan diluar tidak mengganggu kegiatan kuliah," jelasnya (*)
(Tribunnewssultra.com/Dewi Lestari)