Tawuran di Jl Sao Sao Kendari
Demi Selamatkan Junior yang Ditahan Pemuda Lorong Abadi, Kelompok Mahasiswa Datangi Jalan Sao-sao
Puluhan Mahasiswa yang terlibat tawuran dengan sejumlah pemuda Lorong Abadi, Jalan Sao sao ternyata sedang melaksanakan kegiatan kampus.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/puluhan-pemuda-terlibat-tawuran-ternyata-sedang-pengkaderan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA,KENDARI- Puluhan mahasiswa yang terlibat tawuran dengan sejumlah pemuda di Lorong Abadi, Jalan Saosao, Kelurahan Bende, Kendari, Sulawesi Tenggara ternyata sedang melaksanakan kegiatan kampus yakni pengkaderan, Sabtu (13/5/2023).
Hanya saja mereka berbondong bondong ke Lorong Abadi karena teman mereka ditahan oleh sekelompok pemuda yang sedang miras di lokasi tersebut.
"Ina anak anak ditelpon kalau adik adiknya ditahan di lorong abadi, jadi datangmi mereka disini," ujar salah satu senior mahasiswa yang berasal dari Fakultas Teknik tersebut.
Saat datang tersebut Mahasiswa tersebut kemudian masuk kedalam lorong dan ingin mengambil motor yang masih berada di lokasi.
"Kita datang untuk ambil motor disitu, yang ditahan itu, tapi langsung ribut," ujarnya.
Sementara salah seorang warga di lokasi kejadian mengatakan pemuda Lorong Abadi menganggap kalau kedatangan mahasiswa tersebut untuk menyerang para pemuda tersebut.
Baca juga: Tawuran Mahasiswa dan Pemuda di Jalan Sao-sao Kendari, dari Adu Mulut hingga Saling Lempar
"Jadi meresponmi mereka, ributmi," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa terlibat tawuran dengan anak Lorong Abadi di jalan Sao sao, Kelurahan Bende, Kecematan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (14/05/2023) dinihari.
Seorang warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, tawuran dipicu salah paham antara salah satu mahasiswa dengan pemuda di lorong tersebut.
"Jadi ada tadi dua orang cewe baku bonceng antar temannya disitu (Lorong Abadi). Pas dia antar, dia ketemu itu anak anak yang lagi minum, pas dia lewat diteriaki," jelasnya.
Saat diteriaki, wanita tersebut kemudian takut pulang. Lalu menghubungi teman temannya.
"Dia minta supaya ditemani, tapi itu anak-anak datang satu komplotan, akhirnya salah paham," ujarnnya.
"Pas (temannya) datang, karna anak lorong tidak terima, ributmi disitu, baku lempar," imbuhnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)