Rabu, 29 April 2026

Berita Kendari

Kepala Lapas Kendari Harap Akademisi Manfaatkan Lembaga Pemasyarakatan Jadi Laboratorium Kehidupan

Kompleksnya permasalahan yang dialami warga Lapas dalam bermasyarakat menjadi tantangan untuk diselesaikan, tak terkecuali warga binaan Lapas Kendari.

Tayang:
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Kepala Lapas Kendari Harap Akademisi Manfaatkan Lembaga Pemasyarakatan Jadi Laboratorium Kehidupan
Istimewa
Kepala Lapas Kelas II A Kendari, Tapianus Antonio Barus mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan dan dieksplorasi di Lapas Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kompleksnya permasalahan yang dialami warga Lapas dalam bermasyarakat menjadi tantangan untuk diselesaikan, tak terkecuali warga binaan Lapas Kendari.

Kepala Lapas Kelas II A Kendari, Tapianus Antonio Barus mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan dan dieksplorasi di Lapas Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Termasuk program-program kemasyarakatan dalam membentuk kembali kepribadian warga Lapas yang dulunya menyimpang,

"Berbicara tentang Lapas mungkin satu hari kita ceritakan tidak selesai, karena ada banyak sekali hal penting atau terobosan yang harusnya dilakukan, hanya saja kita kekurangan sumber daya manusia," katanya.

Kata Antonio, Lapas sebagai tempat sekolah bagi masyarakat yang menyimpang semestinya mempunyai sumber daya manusia yang berasal dari berbagai multi disiplin keilmuan.

Baca juga: Warga Binaan Tes Urine Dadakan, BNN Deteksi Dini Pengguna Narkoba di Lapas Kendari Sulawesi Tenggara

"Supaya program yang dilaksanakan itu dapat tepat sasaran, dan bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi warga binaan," katanya.

Misalnya, kata Antonio, dari sisi kriminal, Lapas Kendari belum mempunyai sumber daya manusia yang kapabel untuk membicarakan itu dan menuangkannya ke dalam program-program,

"Belum lagi berbicara kepribadian para warga binaan yang seharusnya bisa dianalisis dan diselesaikan para psikolog," tuturnya.

Untuk itu, dengan kemampuan dan ketersediaan sumber daya manusia yang minim, ia berharap para akademisi atau stakeholder lainnya dapat bersama-sama saling membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh warga binaan ini.

"Kita berharap dari akademisi atau yang konsen dengan persoalan sosial masyarakat bisa sama-sama bergandengan tangan, mencari jalan keluar bagi permasalahan yang dialami bagi warga binaan," ujarnya.

Baca juga: 60 Warga Binaan Lapas Kelas II A Kendari Ikut Seleksi Rehabilitasi Khusus, Ada Tes Psikologi

"Sehinga ketika mereka keluar dari Lapas dapat menjadi pribadi yang baru dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dianggap menyimpang di masyarakat," tutupnya (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved