Berita Sulawesi Tenggara
Angkatan Kerja Terdidik SMA, SMK, Perguruan Tinggi Dominasi Pengangguran di Sultra Capai 4,88 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat angkatan kerja terdidik SMA, SMK, dan perguruan tinggi mendominasi pengangguran.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat angkatan kerja terdidik SMA, SMK, dan perguruan tinggi mendominasi pengangguran.
Agustus 2022 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terdidik di Sultra mencapai 4,88 persen, sementara TPT dengan pendidikan SMP ke bawah justru lebih rendah hanya sekitar 1,85 persen.
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti mengatakan kondisi ini menunjukkan di Sultra angkatan kerja dengan pendidikan rendah lebih mudah terserap dalam pasar tenaga kerja.
Katanya, hal tersebut terutama di pedesaan dengan TPT pendidikan SMP ke bawah yang cenderung rendah.
"Jadi angkatan kerja dengan pendidikan tinggi lebih sulit untuk masuk ke dunia kerja akibat kurangnya lapangan kerja dengan kualifikasi pendidikan SMA dan SMK ke atas," katanya beberapa waktu lalu.
Baca juga: Ridwansyah Taridala Sebut The Park Kendari Serap 90 Persen Tenaga Kerja Lokal, Lebihi Target Pemkot
Selain itu, pencari kerja terdidik cenderung memiliki reservation wage (upah harapan pencari kerja) yang lebih tinggi dibandingkan pencari kerja berpendidikan rendah.
Untuk menurunkan angka pengangguran terdidik diperlukan perluasan kesempatan kerja dengan kualifikasi yang sesuai serta peningkatan kualitas tenaga kerja, agar lebih berdaya saing di pasar tenaga kerja global.
"Besarnya penyerapan tenaga kerja setiap kelompok sektor pekerjaan digambarkan melalui komposisi penduduk bekerja di masing-masing kelompok sektor," ungkapnya.
Agnes Widiastuti menjelaskan tenaga kerja Sulawesi Tenggara paling banyak terserap pada kelompok lapangan usaha jasa-jasa.
Agustus 2021, penyerapan kelompok lapangan usaha tersebut mencapai 47,18 persen, naik 2,24 persen poin dibanding Agustus 2020.
Baca juga: Pabrik Nikel Segera Dibangun di Buton Utara, PT ATN Indonesia Mineral Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja
Sedangkan pada Agustus 2022 penyerapannya mencapai 48,47 persen. Lebih dari 60 persen penduduk pekerja perempuan yang bekerja di sektor jasa-jasa.
Lebih lanjut, sekitar setengah dari penduduk perempuan yang bekerja pada sektor jasa- jasa, serapannya mencapai 59,56 persen Agustus 2021 dan 62,78 persen Agustus 2022.
Sementara, pekerja laki-laki sebagian besar bekerja pada sektor pertanian, di mana Agustus 2021 sebesar 36,86 persen dan 37,23 persen Agustus 2022.
"Kelompok sektor industri mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja paling dalam dibanding kedua sektor lainnya," imbuhnya.
Katanya, penyerapannya pada Agustus 2021 sebesar 19,48 persen dan pada Agustus 2022 sebesar 18,71 persen, turun sebesar 0,77 persen poin. (*)
(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)