Berita Konawe Selatan
Kisah Tragis Karyawan Bank Ditemukan Tewas Usai Mobilnya Tewaskan 3 Pelajar di Konawe Selatan Sultra
Kisah tragis karyawan bank ditemukan tewas usai mobilnya tewaskan 3 pelajar di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Aqsa
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kisah tragis karyawan bank ditemukan tewas usai mobilnya tewaskan 3 pelajar di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Karyawan bank berinisial MAA (27) tersebut ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Desa Akuni, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konsel, Provinsi Sultra, pada Minggu (10/12/2022).
Pada Selasa (20/12/2022), pihak kepolisian melansir mobil milik MMA yang ditemukan meninggal dunia tersebut adalah kendaraan yang melakukan tabrak lari terhadap 3 pelajar hingga tewas.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa 3 korban terjadi di Jalan Poros Tinanggea, Desa Asingi, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konsel, Provinsi Sultra, pada Minggu (10/12/2022).
Korban meninggal dunia dalam peristiwa tabrak lari tersebut adalah IL (7) yang merupakan murid sekolah dasar (SD).
Selain itu, IR (14) dan RI (15) yang merupakan pelajar sekolah menengah pertama (SMP).
Dua di antara tiga korban yang berboncengan sepeda motor tersebut adalah kakak beradik.
Baca juga: Karyawan Bank Ditemukan Tewas di Konawe Selatan Diduga Pelaku Tabrak Lari Tewaskan 3 Pelajar Konsel
Hanya berselang 10 hari setelah kecelakaan yang merenggut nyawa 3 pelajar tersebut, sosok MAA yang merupakan karyawan bank ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya.
Bersamaan penemuan jenazah MAA yang diduga mengakhiri hidupnya, kepolisian juga menemukan mobil Toyota Rush milik korban yang terparkir di halaman indekos.
Mobil tersebut diduga adalah kendaraan yang menabrak lari 3 pelajar hingga tewas dalam peristiwa di Desa Asingi.
Perkembangan terbaru kasus penemuan mayat MAA di kamar kos dan kasus kecelakaan yang merenggut 3 nyawa tersebut dilansir Kepolisian Resort Konawe Selatan atau Polres Konsel.
Simpulan tersebut diungkap berdasarkan hasil identifikasi dan penyelidikan sementara yang dilakukan pihak kepolisian.
Begitupun hasil pemeriksaan saksi hingga rekaman kamera CCTV.
Dugaan tersebut seiring penemuan mobil Toyota Rush berwarna putih milik MAA yang terparkir di depan indekosnya.
Mobil itulah yang diduga menabrak 3 pelajar hingga tewas di Jalan Poros Tinanggea pada 10 Desember 2022 lalu.
Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Lalu Lintas atau Kasat Lantas Polres Konsel, IPTU Abdul Azis Lubis.
“Bisa kami simpulkan kendaraan ini yang kecelakaan pada 10 Desember 2022,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan mobil yang ditemukan bersamaan penemuan jenazah MMA tersebut ditemukan sejumlah tanda-tanda.
Tanda-tanda itu berupa bamper kanan mobil yang ringsek, lampu depan sebelah kanan rusak, dan kaca bagian kanan pecah.
“Saat pemeriksaan di mobil itu terdapat bercak darah. Hal ini cocok dengan penjelasan saksi dan CCTV,” jelas IPTU Azis.
Selain itu, ditemukan cat warna kuning menempel di bodi mobil yang mengalami kerusakan tersebut.
Baca juga: Diduga Depresi Usai Tabrak 3 Pelajar hingga Tewas, Karyawan Bank Akhiri Hidup di Indekos Konsel
Cat tersebut sama dengan warna sepeda motor yang ditumpangi 3 korban meninggal dunia dalam peristiwa tabrak lari tersebut.
Lantas apakah MMA yang memiliki mobil tersebut sekaligus adalah pelaku yang menabrak 3 pelajar hingga tewas?
Sejauh ini, pihak kepolisian belum memastikannya dan masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menurut IPTU Azis, petugas hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk memastikan pelaku tabrak lari tersebut.
“Untuk memastikan apakah memang benar yang meninggal dunia (diduga akhiri hidup) pelaku tabrak lari, kami masih melakukan pemeriksaan,” ujar Iptu Azis.
Sedangkan, mobil Toyota Rush warna putih milik MMA yang diduga menabrak 3 pelajar tersebut kini disita dan diamankan di Kepolisian Sektor atau Polsek Tinanggea.
Karyawan Bank Ditemukan Tewas

Seorang karyawan bank berinisial MAA (27) sebelumnya ditemukan tewas dalam kamar kos di Desa Abuki, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Karyawan salah satu bank yang berdomilisi di Kota Kendari, Provinsi Sultra, itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa bersimbah darah pada Sabtu (17/12/2022) sekitar pukul 12.30 wita.
Kasat Reskrim Polres Konsel, IPTU Hendryanto Tandirerung, mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh tetangga kosnya.
Saat itu, saksi Andi Risma, bermaksud menuju kamar kecil.
Saat melintas di depan kamar korban, saksi melihat ada darah keluar dari dalam kamar melalui celah bawah pintu.
Saksi yang tidak bisa membuka pintu korban karena terkunci lalu mengubungi pihak Polsek Tinanggea.
“Kami mendapatkan laporan dan langsung menuju ke lokasi melakukan identifikasi terhadap korban dan olah TKP (tempat kejadian perkara),” katanya.
Baca juga: Polres Konawe Selatan Beberkan Fakta Terkait Penemuan Sesosok Mayat dalam Indekos di Tinanggea
Dari hasil pemeriksan awal ditemukan ada luka di tangan korban.
Sementara, penyebab pasti korban meninggal dunia masih dalam penyelidikan kepolisian.
Meski, kata IPTU Hendryanto, jenazah korban urung diautopsi di Rumah Sakit atau RS Bhayangkara.
Pihak keluarga menolak dilakukannya autopsi setelah jenazah korban dibawa ke RS tersebut.
“Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga,” jelasnya.
Pegawai RS Bhayangkara Kendari, Abidin, juga membenarkan keluraga korban menolak autopsi.
Ia menjelaskan pihak rumah sakit hanya melakukan visum luar untuk mengetahui penyebab korban tewas.
Baca juga: Seorang Pria Tewas di Indekos Pihak Keluarga Tolak Otopsi, Polres Konsel Selidiki Penyebab Kematian
“Jadi hanya visum luar dan saat masih menunggu hasil penyelidikan,” ujarnya, belum lama ini.
Meski pihak keluarga menolak autopsi, kata IPTU Hendryanto, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti korban tewas dengan mengumpulkan keterangan saksi dan hasil olah TKP.
“Sudah kami sementara singkronkan dengan bukti-bukti serta keterangan saksi-saksi,” katanya.
Tabrak Lari Tewaskan 3 Pelajar
Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan tiga korban yang mengendarai sepeda motor terjadi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sedangkan, pengendara mobil yang menabrak 3 korban tersebut langsung melarikan diri.
Diberitakan TribunnewsSultra.com sebelumnya, dua dari tiga korban tersebut adalah kakak beradik.
Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Konawe Selatan Tewaskan 3 Korban, Pelaku Pengendara Mobil Melarikan Diri
Korban tewas dalam peristiwa tabrak lari tersebut adalah IL (7) yang merupakan murid kelas 1 SD serta IR (14) dan RI (15) yang merupakan pelajar SMP.
Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa 3 pelajar tersebut dikisahkan oleh seorang warga kepada TribunnewsSultra.com pada Selasa (12/12/2022) lalu.
Warga yang meminta agar informasi tersebut dipublikasikan, menjelaskan bahwa peristiwa tabrak lari tersebut terjadi pada Sabtu (10/12/2022) sekitar pukul 18.35 wita.
Saat itu sepeda motor yang ditumpangi para korban melintasi jalan di wilayah Kecamatan Tinanggea mengarah ke Desa Lapoa, Kabupaten Konsel, Provinsi Sultra.
Tiba-tiba sepeda motor yang ditumpangi para korban diseruduk mobil.
Bukannya berhenti ketika korban terkapar, pengendara mobil tersebut malah kabur.
Kisah 3 pelajar menjadi korban tabrak lari tersebut juga dituliskan oleh seorang warga dan diunggah di media sosial Facebook.
Warga dengan nama akun Baharuddin Cakra menuliskan bahwa keluarga korban sangat terpukul dengan kejadian ini.
Berikut selengkapnya unggahan yang dipostingnya pada Selasa (12/12/2022) lalu tersebut:
Pesan Moral bagi pelaku tabrakan,,,
Yaaa,,,, Sabtu 10 12 22 sekitar pukul 18.35 terjadi kecelakaan motor vs mobil di daerah tinanggea mengarah Lapoa Konsel sekitaran pencucian(info keluarga korban).
Kejadian tersebut menghilangkan 3 nyawa sekaligus pengendara sepeda motor, dan 2 diantaranya adik beradik (kelas 1 SD adik dan kelas 2 SMP kakak).
Keluarga korban yaitu kedua orang tua sangat terpukul atas musibah ini,
NAMUN YG PALING MENYAKITKAN LAGI BAHWA SI PENGENDARA MOBIL BELUM JUGA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN ATAS KECELAKAAN TERSEBUT/MELARIKAN DIRI (ungkap ortu korban).
Tentu kejadian ini menarik perhatian masyarakat sembari berkata APAKAH SI PENGENDARA MOBIL INI TIDAK PUNYA KELUARGA, TIDAK PUNYA NURANI LAGI, sehingga tega melepaskan diri dari tanggung jawab ini,,,.
Semoga tulisan ini bisa di baca oleh pelaku atau yg mengenalnya, dan kami keluarga, sahabat keluarga korban sangat berharap itikad baiknya setidaknya bahwa kita sebagai sesama manusia yg punya anak, punya keluarga yg sama kita cintai.(*)
(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar/Mukhtar/Risno Mawandili)