Berita Kolaka Utara

Sebulan Dilaporkan, Polda Sultra Belum Gubris Laporan Pemalsuan Izin Tambang di Kolaka Utara

Polda Sultra diduga belum menggubris laporan dugaan pemalsuan izin tambang di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Usai tim kuasa hukum berkunjung ke Polda

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com
Tim Kuasa Hukum PT Golden Anugerah Nusantara saat mendatangi gedung Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Polda Sultra diduga belum menggubris laporan dugaan pemalsuan izin tambang di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Dugaan pemalsuan dokumen perizinan itu dilaporkan kuasa hukum PT Golden Anugerah Nusantara di Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra.

PT Golden Anugerah Nusantara sendiri melaporkan PT Citra Silika Mallawa karena diduga membuat izin usaha pertambangan (IUP) palsu, pada (31/11/2022).

Namun, setelah sebulan lebih laporan dimasukkan, penyidik belum sekalipun memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

Baca juga: Tawuran Siswa Antar Sekolah di Kendari Dibubarkan TNI dan Polisi, Kejar-kejaran di Tengah Jalan

Tim Kuasa hukum PT Golden Anugerah Nusantara pun mendatangi gedung Ditreskrimum Polda Sultra, pada Kamis (1/12/2022) pagi.

Kuasa Hukum PT Golden Anugerah Nusantara Kadir Ndoasa mengatakan, kedatangan mereka untuk menanyakan perkembangan perkara yang telah dilaporkan sebulan lebih itu.

Menurutnya, penyidik Ditreskrimum diduga telah melanggar Pasal 39 Peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2011.

Baca juga: Pria Paruh Baya di Baubau Kenakan Masker Dalaman Wanita, Netizen Kesal: Kalau Bapakmu Dikasi Begitu?

"Karena paling lama satu bulan itu sudah ada pemberitahuan kepada pelapor tanpa diminta," ujar Kadir Ndoasa saat ditemui di Polda Sultra, pada Kamis (1/12/2022).

Padahal, menurut dia, kasus ini sudah terang benderang terkait luasan yang dimiliki PT Citra Silika Mallawa seluas 20 haktare.

Kadir menegaskan, lahan IUP PT Citra Silika Mallawa seluas 475 hektare tersebut diduga palsu, karena Pemda Kolut hanya 20 haktare.

"Kami meminta aslinya itu IUP (seluas) 475 hektare diperlihatkan," tandasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved