Guru Hilang di Teluk Kendari

Dua Guru SMA di Kendari Tak Pulang Usai Melaut, 1 Ditemukan Meninggal Dunia, Guru MAN 1 Masih Dicari

Dua guru SMA tak pulang usai pergi melaut di Teluk Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), seorang lainnya ditemukan meninggal dunia.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Seorang guru yang mengajar di SMA Negeri 9 Kendari, ditemukan meninggal dunia usai memasang pukat di Teluk Kendari. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak dua guru SMA tak pulang usai pergi melaut di Teluk Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dua guru itu bernama Lambolosi (51) mengajar di Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 1 Kendari.

Sementara, seorang lainnya yakni bernama Herman (45), guru SMA Negeri 9 Kendari, mengajar mata pelajaran ekonomi.

Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Kendari Wahyudi mengatakan, keduanya tak pulang setelah pergi memasang pukat di Teluk Kendari.

Baca juga: Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia di Teluk Kendari Usai Pasang Pukat Bersama Rekannya

Keduanya pergi memasang pukat pada Minggu (16/10/2022) sekira pukul 04.00 Wita.

Namun, kedua guru SMA ini tidak pulang hingga Minggu petang pukul 18.00 Wita.

"Keluarga korban sudah berusaha melakukan pencarian namun belum ditemukan hingga menghubungi kami (KPP Kendari) meminta bantuan SAR," ujar Wahyudi via Telepon, pada Senin (17/10/2022).

Wahyudi menyebut, berdasarkan laporan itu, pihaknya mengerahkan sejumlah personel pencarian.

Kepala Kepolisian Resor Kota atau Kapolresta Kendari, Kombes Pol M Eka Fathurrahman membeberkan ihwal kejadian itu.

Baca juga: Sosok Nelayan yang Ditemukan Meninggal Dunia di Water Sport Ternyata Guru SMA Negeri 9 Kendari

"Guru SMA Negeri 9 Kendari bernama Herman sudah ditemukan," kata Kombes Pol M Eka Fathurrahman, via WhatsApp Messenger pada Senin (17/10/2022).

Herman ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengenakan celana dalam di kawasan perairan Water Sport, Jl H Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, sekira pukul 07.30 Wita.

"Selanjutnya korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum," kata Eka Fathurrahman.

Sementara, korban yang lain bernama Lambolosi, guru MAN 1 Kendari masih dilakukan pencarian.

"Kami (Polresta Kendari) dan Tim SAR masih melakukan pencarian, hingga saat ini korban belum ditemukan," tandasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved